Waspada! Pengedar Tembakau Gorila Kini Sasar Anak-Anak

Taufik Budi, Okezone · Selasa 02 Maret 2021 16:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 512 2370951 waspada-pengedar-tembakau-gorila-kini-sasar-anak-anak-uXHHQxNwdx.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

BATANG - Peredaran gelap narkotika jenis tembakau gorila di Batang Jawa Tengah memprihatinkan. Barang berbahaya itu menyasar pasar anak-anak dengan harga paket yang sangat terjangkau.

"Tembakau gorila tersebut dijual eceran dengan harga terjangkau Rp50.000 sampai Rp100.000 kepada para anak-anak dan remaja usia 17-21 tahun di lingkungannya (pelaku)," kata Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jateng, Brigjen Pol Benny Gunawan, Selasa (2/3/2021).

Dia mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi Kanwil Bea dan Cukai Jateng & DIY. Terdapat kiriman paket diduga narkotika jenis tembakau gorila yang akan dikirim ke wilayah Batang.

"Selanjutnya dibentuklah tim gabungan yang terdiri dari BNNP Jawa Tengah, BNNK Batang, dan Kanwil Bea Cukai Jateng & DIY dan dimulai penyelidikan di wilayah Kabupaten Batang," terangnya.

Baca Juga: Polisi Sebut Penggunaan Sabu dan Tambakau Gorilla Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Penyelidikan dimulai, pada Rabu 24 Februari sekira pukul 13.00 WIB. Petugas memantau aktivitas sebuah kantor perusahaan jasa pengiriman yang beralamat di Jalan Dr. Wahidin No. 54B Batang.

"Terlihat seseorang yang dicurigai datang mengambil paket. Selanjutnya, orang yang kemudian diketahui berinisial AAK (24 tahun), karyawan swasta pada perusahaan pengolahan perikanan, yang berdomisili di Kelurahan Klidang Lor Kecamatan Batang Kabupaten Batang tersebut diamankan oleh tim gabungan," lugasnya.

Setelah dilakukan penggeledahan pelaku, petugas mengamankan 2 buah paket yang setelah dibuka berisi narkotika jenis tembakau gorila. Selanjutnya dilakukan pengembangan dengan menginterogasi tersangka dan diketahui ada lagi 2 buah paket tembakau gorila yang masih dalam perjalanan.

"Kemudian dilakukan penyitaan dari AAK pada hari Kamis 25 Februari. Dari 4 buah paket tersebut berisi narkotika jenis tembakau gorila seberat 58,86 gram (bruto). AAK merupakan pengedar narkotika jenis tembakau gorila yang beroperasi di wilayah Batang," tambahnya.

"AAK sudah setahun beroperasi menjalani profesinya tersebut. Untuk mengelabuhi petugas, paket-paket narkoba tersebut disamarkan dan dicampur dengan pakaian dan sepatu bekas," ungkap dia.

Setelah dilakukan uji laboratrorium, tembakau gorila tersebut merupakan Narkotika Golongan I jenis MDMB-4en PINACA yang mempunyai efek 4 kali lebih berat dibanding ganja. AAK dikenakan Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 (Primer), 112 (Subsider) Junto Peraturan Menteri Kesehatan No. 4 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Penggolongan Narkotika.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini