Sadis, Wanita Ini Dibunuh dan Dimutilasi Menjadi 7 Bagian

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 03 Maret 2021 10:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 18 2371385 sadis-wanita-ini-dibunuh-dan-dimutilasi-menjadi-7-bagian-hkU1ulxx6S.jpg Wanita ini dibunuh dan dimutilasi menjadi 7 bagian (Foto: Devon Live/BPM Media)

DEVON - Seorang wanita dibunuh dan tubuhnya dipotong atau dimutilasi menjadi tujuh bagian oleh orang asing yang membujuknya datang ke flatnya di atas sebuah toko kebab.

Lorraine Cox, 32, bertemu Azam Mangori yang berusia 24 tahun saat berjalan pulang pada dini hari di akhir akhir pekan Bank Holiday pada Agustus 2020.

Mangori dituduh menggoda Lorraine kembali ke flatnya di atas sebuah toko kebab di Fore Street di Exeter, Devon. Di sinilah Mangoro melancarkan aksi sadisnya. Dia membunuh, memutilasi, dan membuang jenazah Lorraine di hutan.

Setelah melancarkan aksi kejammnya, Mongari diduga menggunakan telepon milik Loraine untuk meyakinkan keluarga dan teman-temannya jika dirinya masih hidup.

“Suatu malam di musim panas tahun lalu seorang wanita bernama Lorraine Cox hilang di Exeter,” terang Jaksa Simon Laws QC kepada pengadilan, dikutip DevonLive.

(Baca juga: 300 Anak Dibebaskan, Beberapa Alami Luka di Kaki)

Dia mengatakan Mangori keluar berjalan-jalan sendirian. Lalu Mangori mendatanginya, mereka belum pernah bertemu satu sama lain sebelumnya. Mangor pun memanfaatkan keadaan Lorraine yang mabuk untuk melakukan hubungan seksual di sebuah gang di Sidwell Street.

“Dia kemudian membawanya kembali ke kamarnya di atas sebuah toko kebab di pusat kota dan dia membunuhnya,” jelasnya.

"Dia memotong tubuhnya menjadi tujuh bagian dan membuangnya. Dia memutilasi tubuhnya dengan cara lain. Dia membuang pakaiannya dan semua harta benda yang dia miliki bersamanya dan kemudian dia mengambil kartu SIM dari teleponnya dan menggunakannya untuk berpura-pura menjadi dia,” lanjutnya.

"Untuk berpura-pura kepada dunia bahwa dia masih hidup. Singkatnya, dia berusaha keras untuk lolos dari kejahatannya, tetapi semua upaya itu sia-sia,” tambahnya.

(Baca juga: Hampir Semua Kota di Negara Ini Tolak Vaksinasi Covid-19)

Juri melihat bukti CCTV yang mengungkapkan aktivitas yang dilakukan pada malam hari saat Lorraine hilang. Laws mengatakan Lorraine sangat mabuk tetapi setuju untuk berhubungan seks di gang.

Laws menjelaskan Mangori yang kala itu tidak mabuk merekam semua adegan seks mereka di teleponnya.

Penuntut mengatakan Morangi melihat Lorraine makan kebab di bawah flatnya. Morangi diketahui berasal dari wilayah Kurdi di Irak dan baru berada di Exeter sejak Juli.

Saat ditangkap dia memberi polisi nama palsu yakni Christopher Mayer.

Sejak tiba di Exeter dia telah tinggal di sebuah kamar di atas Rumah Kebab Bodrum dan telah bekerja beberapa waktu menjual tembakau pasar gelap.

Laws mengatakan Mangori mengakui tuduhan membuang tubuh Lorraine tetapi tidak membunuhnya.

"Dia mengaku dialah yang memotong dan membuang tubuh Lorraine sehingga mencegah penguburannya. Anda tidak akan diminta untuk mempertimbangkan pertanyaan siapa yang melakukan itu,” ungkapnya.

"Seperti yang akan Anda lihat, dia membutuhkan beberapa waktu untuk menerima fakta itu, meskipun buktinya sangat banyak,” tambahnya.

Sidang pun dilaporkan masih terus berlanjut.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini