Gunakan Dana Covid-19 untuk Berjudi, Kades di Sumsel Terancam Hukuman Mati

Era Neizma Wedya, iNews · Rabu 03 Maret 2021 06:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 610 2371276 gunakan-dana-covid-19-untuk-berjudi-kades-di-sumsel-terancam-hukuman-mati-aWLdVhFWsV.jpg Kepala desa di Sumsel terancam hukuman mati karena gunakan dana Covid-19 untuk berjudi (Foto: Era Neizma)

PALEMBANG - Askari (43), Kepala Desa Sukowarno Kabupaten Musi Rawas (Mura), Sumatera Selatan (Sumsel) terancam hukuman mati setelah menggunakan dana pencegahan Covid-19 yang bersumber dari dana desa untuk bermain judi.

Hal tersebut disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lubuklinggau, Yuriza Antoni, dalam dakwaannya saat persidangan di Pengadilan Negeri Palembang Kelas 1 A Khusus, Senin 1 Maret 2021 sore.

Baca Juga: Terus Bertambah, 1.150 Jenazah Covid-19 Dimakamkan di TPU Bambu Apus

Dijelaskan Yuriza, terdakwa yang menjabat sebagai Kades Sukowarnopada Mei 2020 telah menggunakan dana desa tahap 2 dan 3 senilai Rp187,2 juta untuk membayar utang pribadi dan berjudi.

"Padahal, salah satu peruntukan dana itu seharusnya untuk pencegahan dan penanggulangan corona bagi warga setempat dan dibagikan Rp600 ribu per kepala keluarga," katanya.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Sahlan Effendi, JPU menjerat terdakwa dengan Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 18 UU Nomor 20 Tahun 2001.

"Sebagaimana pasal yang didakwakan maka terdakwa diancam pidana penjara maksimal 20 tahun," katanya.

Kemudian, merujuk kepada Peratruran Presiden RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang penyalahgunaan dana penanggulangan corona (Covid-19), maka terdakwa dapat terancam hukuman mati.

Baca Juga: 2 Tenaga Kesehatan di Sumsel Kejang dan Muntah Usai Terima Vaksin Sinovac

Sementara itu, penasihat hukum terdakwa, Supendi, tidak mengajukan eksepsi atau keberatan atas dakwaan yang disampaikan JPU. Meski begitu, majelis hakim memutuskan untuk menunda persidangan untuk dilanjutkan pada agenda pemeriksaan saksi-saksi pekan depan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini