Banyak Utang & Gagal Terpilih, Mantan Anggota DPRD Selundupkan 5 Kg Sabu

Era Neizma Wedya, iNews · Rabu 03 Maret 2021 21:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 03 610 2371859 banyak-utang-gagal-terpilih-mantan-anggota-dprd-selundupkan-5-kg-sabu-cG2xjQcQ2b.jpg Gara-gara banyak utang karena gagal terpilih, mantan anggota DPRD jadi kurir sabu (Foto : iNews/Era)

PALEMBANG - Mantan anggota DPRD Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, berinisial SB (39) berhasil ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumsel, karena menyelundupkan narkoba jenis sabu seberat 5 Kg ke 'Bumi Sriwijaya'.

Kabid Berantas BNN Sumsel, Habi Kusno, mengatakan tersangka Saiful merupakan kurir narkoba, bersama dengan 2 orang tersangka lainnya pada, Senin 1 Maret 2021.

Menurutnya, penangkapan berawal dari petugas yang mendapatkan informasi terkait ada pengiriman sabu dari Riau menuju Palembang. Kemudian petugas melakukan penyelidikan Jalan Palembang-Betung.

"Saat itu petugas mencurigai sebuah mobil Ayla warna merah dengan nomor polisi BM 1735 QP yang melintas dari arah Jambi menuju Palembang," jelasnya, Rabu (3/3/2021).

Saat dilakukan penggeledahan, petugas mendapati 5 bungkus plastik warga hijau bertuliskan 'Guan Win Wang' yang berisi narkoba jenis sabu dengan berat 5 kilogram. "Bungkusan berisi sabu itu disimpan dalam dasbord mobil," katanya.

Kemudian, dari hasil pengembangan petugas juga mengamankan tersangka L (27) yang telah menunggu tak jauh dari lokasi, serta S (56), warga Kabupaten Pali yang merupakan pemesan sabu tersebut. "Tersangka SB sendiri diketahui merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Pidie Jaya, Aceh," katanya.

Baca Juga : Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3 Kg Sabu dari Malaysia

Baca Juga : Tabrak Truk Tronton, Avanza Terguling Lalu Hantam Mobil Pengangkut Pasir

Di mana dari pengakuannya, ia nekat menjadi kurir narkoba karena memiliki banyak utang setelah gagal terpilih kembali menjadi anggota dewan.

"Setiap satu paketnya tersangka diupah Rp 20 juta, dan ini merupakan kali keduanya dirinya mengantarkan sabu ke Sumsel," katanya.

Ketiganya pun kini telah diamankan di kantor BNN Provinsi Sumsel guna pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini