Share

Pandemi Covid-19 Picu Diskriminasi Anti-China di Australia

Agregasi VOA, · Kamis 04 Maret 2021 06:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 18 2371948 pandemi-covid-19-picu-diskriminasi-anti-china-di-australia-CZRUGx3aT6.jpg Ilustrasi virus Covid-19 (Foto: Reuters)

AUSTRALIA - Menurut sebuah survei terbaru, satu dari lima orang China di Australia mengatakan mereka telah diancam atau diserang secara fisik karena asal usul mereka dalam satu tahun terakhir.

Para responden penelitian oleh Lowy Institute yang berbasis di Sydney itu menyalahkan diskriminasi akibat virus Covid-19, yang pertama kali terdeteksi di China, dan keretakan politik yang berkembang antara Beijing dan Canberra.

Sebuah survei oleh Lowy Institute menunjukkan sebagian besar komunitas China  percaya Australia adalah tempat yang baik untuk hidup, dan sebagian besar merasa menjadi bagian dari negara itu.

Namun, 18 persen responden mengatakan mereka telah diintimidasi atau diserang secara fisik karena pandemi dan meningkatnya ketegangan diplomatik. Sekitar sepertiganya mengatakan mereka telah dianiaya secara verbal dalam setahun terakhir.

(Baca juga: Diduga Kemas Ulang Masker Buatan China, Perusahaan Ini Diperiksa)

“Orang-orang memang menunjukkan Covid-19 dan hubungan Australia-China adalah dua faktor teratas yang memengaruhi pengalaman diskriminasi mereka,” kata Jennifer Hsu, peneliti di Program Opini Publik dan Kebijakan Luar Negeri di Lowy Institute.

Hsu mengatakan kepada lembaga penyiaran publik Australian Broadcasting Corporation (ABC) bahwa meskipun ada sikap tidak menyenangkan, banyak orang China Australia merasa puas dengan kehidupan mereka di Australia.

“Orang-orang memiliki rasa memiliki di sini meskipun ada diskriminasi yang diekspresikan dan mereka merasakan keterikatan dengan Australia. Itu menunjukkan kekuatan masyarakat Australia dan multikulturalisme di Australia,” jelasnya.

(Baca juga: Pandemi Covid-19, Sepertiga Lebih Organisasi Nirlaba Terancam Tutup)

Tahun lalu, China memperingatkan adanya lonjakan rasisme di Australia yang dipicu oleh virus corona. Seruan Canberra untuk menyelidiki asal-usul virus itu ditafsirkan di Beijing sebagai kritik atas penanganan krisis itu.

Ketegangan juga telah memanas karena tuduhan campur tangan China dalam politik domestik Australia dan spionase dunia maya. Ketidaksepakatan mengenai kebijakan geo-politik yang lebih luas juga telah menjadi sumber antagonisme, termasuk klaim teritorial Beijing yang kontroversial di Laut China Selatan, hak asasi manusia, dan demokrasi di Hong Kong yang rapuh.

Diketahui, China adalah mitra dagang terbesar Australia. Namun ketika hubungan bilateral memburuk, pihak berwenang di Beijing telah memberlakukan berbagai sanksi ekonomi dan pembatasan pada berbagai barang Australia, termasuk barli atau padi-padian, batu bara, dan anggur.

Imigrasi orang dari China ke Australia dimulai pada tahun 1800-an. Lebih dari 1,2 juta orang keturunan China saat ini tinggal di Australia. Separuh dari jumlah itu bermigrasi dari China, dan sepuluh persen lahir di Australia.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini