Tentara Transgender Pertama di Negara Ini Ditemukan Tewas

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 04 Maret 2021 09:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 18 2372021 tentara-transgender-pertama-di-negara-ini-ditemukan-tewas-v3iNKMUQO6.jpg Tentara transgender pertama di Korsel ditemukan tewas (Foto: AFP)

KOREA SELATANTentara prajurit transgender pertama Korea Selatan (Korsel), yang diberhentikan dari militer karena menjalani operasi penggantian kelamin, ditemukan tewas di rumahnya.

Penyebab kematian Byun Hee-soo, juru kampanye hak transgender, belum diketahui.

Dia meluncurkan gugatan hukum penting terhadap militer pada Januari tahun lalu atas pemecatannya.

Petisinya untuk pemulihan ditolak pada Juli tahun lalu. Korsel diketahui tetap konservatif dalam masalah identitas seksual.

Wanita berusia 23 tahun itu telah menerima konseling dari pusat kesehatan mental di dekat rumahnya di Cheongju di provinsi Chungcheong (yang berada di selatan Seoul). Konselornya menjadi prihatin setelah tidak mendengar kabar darinya sejak 28 Februari lalu dan menelepon layanan darurat.

Kasus Ms Byun memicu perdebatan tentang perlakuan terhadap pasukan transgender dan tentara dari komunitas LGBTQ di negara tersebut.

(Baca juga: Polisi Gerebek Jaringan Vaksin Covid-19 Palsu di Dua Negara)

Sebelumnya, dia mengatakan kepada wartawan jika selain identitas gendernya, dia ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa dia juga bisa menjadi salah satu tentara hebat yang melindungi negara.

Pada Desember tahun lalu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Korea mengatakan keputusan untuk tidak mengizinkannya terus bertugas di militer tidak memiliki dasar hukum.

Korsel dianggap jauh kurang toleran terhadap komunitas LGBTQ dibandingkan tetangganya di Asia Timur.

Menjadi LGBT sering dilihat sebagai cacat atau penyakit mental, atau oleh gereja konservatif yang kuat sebagai dosa, dan tidak ada undang-undang anti diskriminasi di negara tersebut.

(Baca juga: Unik, Ilmuwan Temukan Hiu yang Bersinar dalam Gelap)

Dalam kasus Byun, kampanye anti-LGBT telah berusaha untuk mengidentifikasi dirinya secara online. Mereka juga menggelar demonstrasi yang mendesak militer untuk memecatnya setelah berita tentang kasus tersebut muncul dan menyerukan demonstrasi lebih lanjut.

Diketahui, semua pria di Korsel yang berbadan sehat diharuskan menjalankan dinas militer selama hampir dua tahun.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini