ICC Buka Penyelidikan Terhadap Kejahatan Perang Israel di Palestina

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 04 Maret 2021 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 18 2372065 icc-buka-penyelidikan-terhadap-kejahatan-perang-israel-di-palestina-MkRm0o28Tw.jpg Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional Fatou Bensouda. (Foto: ICC)

DEN HAAG - Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengatakan pada Rabu (3/3/2021) akan secara resmi membuka penyelidikan atas dugaan kejahatan perang, yang dilakukan di wilayah Palestina yang diduduki.

Fatou Bensouda membenarkan bahwa ICC akan memulai penyelidikannya setelah pengadilan memutuskan bulan lalu, menyusul penyelidikan awal lima tahun, bahwa ICC memiliki yurisdiksi untuk mengejar penyelidikan atas dugaan kejahatan perang di Palestina.

BACA JUGA: Hakim ICC Akan Selidiki Kejahatan Kemanusiaan di Palestina

Bensouda mengatakan penyelidikannya akan memeriksa dugaan kejahatan perang yang dilakukan mulai 13 Juni 2014 dan bahwa prioritas pengadilan akan "ditentukan pada waktunya".

"Kantor saya akan mengambil prinsip yang sama, pendekatan non-partisan yang telah diadopsi dalam semua situasi di mana yurisdiksinya direbut," kata Bensouda pada Rabu, sebagaimana dilansir Middle East Eye.

"Kami tidak memiliki agenda selain untuk memenuhi kewajiban hukum kami di bawah Statuta Roma dengan integritas profesional."

Bensouda menambahkan bahwa perhatian utama pengadilan akan "untuk para korban kejahatan, baik Palestina dan Israel, yang timbul dari siklus panjang kekerasan dan ketidakamanan yang telah menyebabkan penderitaan dan keputusasaan yang mendalam di semua pihak".

BACA JUGA: Washington Jatuhkan Sanksi pada ICC Atas Penyelidikan Dugaan Kejahatan Perang AS

Setelah permintaan berulang dari otoritas Palestina, Bensouda mengatakan pada Desember 2019 bahwa ada "dasar yang masuk akal" untuk membuka penyelidikan kejahatan perang terhadap tindakan militer Israel di Jalur Gaza dan aktivitas pemukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki.

Badan peradilan memutuskan pada 5 Februari bahwa ia memiliki yurisdiksi untuk menyelidiki kekejaman yang dilakukan oleh militer Israel di Tepi Barat yang diduduki, Jalur Gaza, dan Yerusalem (Al-Quds), yang telah diduduki Israel selama lebih dari 50 tahun.

Faktanya, rezim Israel bukanlah anggota ICC, yang dibentuk pada 1998. Namun, Palestina adalah Negara Pihak dari Statuta Roma, piagam pendiri Pengadilan, sejak Januari 2015, sehingga Kantor Kejaksaan akan memiliki kekuasaan untuk menyelidiki dugaan kejahatan, terlepas dari kemungkinan kewarganegaraan pelakunya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini