Gempa Bumi 8,1 SR, Peringatan Tsunami Dibunyikan, Warga Diminta Pindah ke Tempat Lebih Tinggi

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 05 Maret 2021 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 05 18 2372653 gempa-bumi-8-1-sr-peringatan-tsunami-dibunyikan-warga-diminta-pindah-ke-tempat-lebih-tinggi-hrYsYSroFu.jpg Ilustrasi tsunami (Foto: Shutterstock)

SELANDIA BARU - Badan darurat Selandia Baru telah memberi tahu penduduk di beberapa daerah untuk menuju tempat yang lebih tinggi setelah gempa bumi dahsyat melanda wilayah Kepulauan Kermadec pada Jumat (5/3) pagi.

Menurut Badan Manajemen Darurat Nasional Selandia Baru, gempa berkekuatan 8,1 skala Richter itu adalah gempa ketiga yang melanda daerah itu.

“Orang-orang di dekat pantai harus segera pindah ke tempat tinggi terdekat, keluar dari semua zona evakuasi tsunami, atau sejauh mungkin ke pedalaman. Jangan tinggal di rumah,” tulis badan Selandia Baru di situsnya.

Kepulauan Kermadec berada 500--620 mil timur laut Pulau Utara Selandia Baru. Pantai Timur Pulau Utara dari Teluk Kepulauan ke Whangarei, dari Matata ke Teluk Tolaga termasuk Whakatane dan Opotiki dan Pulau Great Barrier semuanya termasuk dalam peringatan tsunami negara Pasifik tersebut.

(Baca juga: AS Blokir Upaya Junta Myanmar Tarik Dana Rp14 Triliun dari Bank Sentral AS)

"Gempa mungkin tidak terasa di beberapa daerah ini, tetapi evakuasi harus segera karena tsunami yang merusak mungkin terjadi," bunyi pernyataan badan tersebut.

"Orang-orang di semua wilayah lain yang merasakan gempa bumi yang panjang atau kuat yang membuat sulit untuk berdiri, atau berlangsung lebih lama dari satu menit, harus segera pindah ke tempat tinggi terdekat, dari semua zona evakuasi tsunami, atau sejauh mungkin ke pedalaman,” lanjut pengumuman itu.

Gempa tersebut juga memicu peringatan di Hawaii dan di Samoa Amerika, yang kemudian dibatalkan.

(Baca juga: Menyusul Peringatan Ancaman Serangan Milisi, Polisi Capitol Minta Pasukan Garda Nasional Diperpanjang hingga Pertengahan Mei)

Gempa itu menjadi gempa terbesar yang menyerang di mana pun di dunia sejak Agustus 2018, ketika gempa berkekuatan 8,2 melanda jauh lebih dalam di bawah tanah, juga di Pasifik Selatan, dekat Fiji.

Hanya sekitar satu atau bahkan tidak ada gempa bumi berkekuatan 8,0 atau lebih besar terjadi setiap tahun.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini