Dengan demikian, Adi menambahkan, secara kalkulasi matematis, Airlangga Hartarto jauh lebih rasional untuk bisa maju di 2024, karena dia saat ini adalah ketua umum partai besar dengan perolehannya 12%, dan saat ini menjabat sebagao Menko Perekonomian yang cukup strategis, ini semua bisa menjadi insentif untuk jalan panjang 2024, memenangkan Pemilu Presiden (Pilpres) sekaligus Pileg.
"Ingat, Pemilu 2024, Pileg dan Pilpres Serentak, partai-partai cenderung ingin memajukan kader sendiri ketimbang mendukung orang lain, karena berharap coattail effect itu, seperti yang terjadi pada PDIP dan Gerindra di Pilpres 2019. Itu yang kemudian membuat parpol mencalonkan Ketumnya seperti Airlangga itu menjadi rasional untuk dicalonkan di 2024," tuturnya.
"Tujuan utama ingin menang Pilpres, yang kedua tentu mengamankan Pileg dengan coattail effectnya itu. Itu kenapa saya bilang Airlangga rasional dan sangat patut diperhitungkan untuk 2024. Dia Ketum Partai besar kok, 12 persen dan yang paling penting untuk memaksimalkan coattail effect itu perlu memajukan kadernya sendiri barulah kerja-kerja politik," pungkas Adi.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.