2 Mahasiswa UIN Malang Tewas saat Diklat, Polisi Dalami Adanya Unsur Pidana

Avirista Midaada, Okezone · Senin 08 Maret 2021 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 519 2374297 2-mahasiswa-uin-malang-tewas-saat-diklat-polisi-dalami-adanya-unsur-pidana-scJiKud1vk.jpg Kapolres Batu AKBP Catur Cahyono Wibowo. (Foto : Okezone/Avirista Midaada)

KOTA BATU - Polisi melakukan pendalaman dengan memeriksa belasan saksi mata buntut tewasnya dua mahasiswa UIN Malang yang mengikuti diklat UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) pencak silat Pagar Nusa. Para saksi mata yang diperiksa terdiri atas panitia, peserta, dan pihak lembaga UIN Malang, termasuk Wakil Rektor III bidang kemahasiswaan Isroqunnajah.

"Proses pemeriksaan sudah kami laksanakan. Sudah kami periksa 11 orang, baik peserta maupun dari pihak lembaga. Kami lakukan persiapan," kata Kapolres Batu AKBP Catur Cahyono Wibowo saat ditemui di Mapolres Batu, Senin (8/3/2021).

Catur menegaskan, pihaknya belum dapat memastikan apakah ada unsur pidana yang terjadi. Sebab pihaknya masih terus melakukan pendalaman sambil menunggu hasil rekam medis dari pihak tim dokter RS Karsa Husada dan Puskesmas Karangploso.

"Untuk menentukan unsur pidana, sedang kita dalami. Sedang kita lakukan proses itu, untuk menentukan langkah berikutnya sedang didalami. Sedang dalam proses nanti perkembangan akan kami sampaikan," bebernya.

"Kami belum bisa menjawab (penyebab kematiannya), apakah dua orang ini meninggal ini disebabkan oleh apa. Ini masih nunggu dari pihak rumah sakit dan puskesmas. Jadi disebabkan oleh apa, kami belum bisa menjawab," ucapnya.

Sementara itu Kasatreskim Polres Batu AKP Jeifson Sitorus menyebut telah berkomunikasi dengan pihak keluarga korban. Keluarga korban menyerahkan sepenuhnya proses pemeriksaan kepada pihak kepolisian.

Baca Juga : Mahasiswa UIN Malang Meninggal saat Ikuti Kegiatan Rekrutmen Anggota Pencak Silat di Batu

"Dalam surat pernyataan yang dibuat oleh keluarga juga disebutkan bahwa nanti apabila pihak kepolisian menduga ada pidana, bersedia dilakukan autopsi," ungkapnya.

Jeifson menyebut pihak keluarga juga bersedia membongkar makam korban bila ada fakta - fakta baru yang ditemukan. "Tergantung hasil penyelidikan kita, kalau kita menemukan fakta-fakta sebelum adanya kabar duka ini ada proses atau pidana di sana, maka akan dilakukan tindakan otopsi," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan ada satu mahasiswa UIN Malang yang meninggal dunia saat menjalani diklat UKM pencak silat Pagar Nusa UIN Malang pada Sabtu sore 6 Maret 2021. Mahasiswa bernama Miftah Rizki Pratama asal Kota Bandung meninggal usai dilarikan ke RSU Karsa Husada Kota Batu.

Baca Juga : Kronologi Mahasiswa UIN Malang Tewas saat Diklat UKM Pencak Silat

Dari penuturan petugas Wisata Coban Rais yang turut memberikan pertolongan Miftah sempat mengeluhkan sesak napas dan kelelahan usai berjalan kaki dari Desa Tlekung menuju Wisata Coban Rais, yang berada di Desa Oro - Oro Ombo, Kota Batu. Tak berselang lama kabar meninggalnya mahasiswa kedua peserta diklat bernama Faisal Lathiful Fakhri juga berhembus. Faisal mengembuskan napas terakhirnya saat akan dibawa ke Puskesmas Karangploso.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini