Kebakaran Landa Kamp Penahanan Migran Yaman, 30 Orang Dikhawatirkan Tewas

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 09 Maret 2021 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 09 18 2374782 kebakaran-landa-kamp-penahanan-migran-yaman-30-orang-dikhawatirkan-tewas-jpLpGg80IG.jpg Asap mengepul akibat serangan udara Arab Saudi di Ibu Kota Yaman, Sanaa, 7 Maret 2021. (Foto: Reuters)

SANAA – Banyak korban dikhawatirkan tewas dalam kebakaran di pusat penahanan migran di Ibu Kota Yaman, Sanaa, pada Minggu (7/3/2021). Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mengonfirmasi delapan kematian, tetapi pejabat di badan PBB itu mengatakan korban tewas kemungkinan mencapai 30 orang.

Tidak diketahui apa yang menyebabkan kebakaran di fasilitas yang menampung ratusan migran, sebagian besar berasal dari Ethiopia itu. Tetapi serangan udara oleh koalisi pimpinan Saudi yang memerangi gerakan pemberontak Houthi merusak bangunan di dekatnya.

BACA JUGA: Koalisi Pimpinan Saudi Lancarkan Serangan Udara ke Ibu Kota Yaman

Koalisi melakukan serangan di Sanaa ketika Houthi meluncurkan drone dan rudal balistik di kota-kota dan instalasi minyak di Arab Saudi.

Yaman telah dihancurkan oleh konflik yang meningkat pada 2015, ketika Houthi yang bersekutu dengan Iran menguasai sebagian besar negara itu dan koalisi yang dipimpin Saudi meluncurkan operasi untuk memulihkan pemerintahan pemerintah.

PBB mengatakan perang telah menyebabkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia dan menyebabkan sekitar 233.000 kematian, termasuk 131.000 dari penyebab tidak langsung seperti kekurangan makanan, layanan kesehatan dan infrastruktur.

BACA JUGA: Houthi Tembakkan Rudal, Luncurkan Drone, Sasar Fasilitas Minyak Arab Saudi

Direktur regional IOM Carmela Godeu mengatakan dalam sebuah tweet bahwa migran dan penjaga termasuk di antara mereka yang tewas dalam kebakaran Minggu itu.

Staf kelompok migrasi menawarkan perawatan darurat kepada lebih dari 170 orang yang terluka, di antaranya setidaknya 90 orang dalam kondisi serius.

"Penyebab kebakaran di fasilitas penampungan masih belum jelas," tambah Godeu sebagaimana adilansir BBC. "Tapi ini hanyalah salah satu dari banyak bahaya yang dihadapi para migran selama enam tahun terakhir krisis di Yaman."

Dalam sebuah pernyataan, pihak berwenang Houthi mengatakan mereka menganggap IOM dan PBB bertanggung jawab penuh atas kebakaran tersebut. Houthi menuduh kedua badan itu gagal menampung para migran dan tidak membantu mendeportasi mereka.

Tidak ada fungsi tersebut yang merupakan bagian dari mandat IOM.

Terlepas dari perang Yaman, puluhan ribu migran - kebanyakan dari Tanduk Afrika - mencoba melewati negara itu setiap tahun, berharap mendapatkan pekerjaan di Arab Saudi. Tapi perbatasan ditutup dan para migran terjebak di sana.

Pekan lalu, IOM mengatakan setidaknya 20 orang telah tenggelam setelah penyelundup melemparkan 80 migran ke laut selama penyeberangan antara Djibouti dan Yaman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini