JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti menilai, Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Sibolangit, Deliserdang terkesan terburu-buru. Alhasil, publik melihat KLB Deliserdang seperti dipaksakan karena hanya ingin memilih Moeldoko sebagai ketua umum.
"Efeknya, sentimen negatif publik jadi tinggi. Apalagi dalam kongres itu tak terdengar argumen mengapa KLB ini harus dilaksanakan. Apakah ada tindakan ketum yang dilihat melanggar AD/ART, atau melakukan tindakan tercela seperti tersangkut korupsi misalnya, atau ketum tidak dapat melaksanakan tugas dengan semestinya," ujarnya saat dihubungi, Rabu (10/3/2021).
Baca juga: Soal KLB Demokrat, Andi Arief : Kami Tak Pernah Tuduh Pemerintah
Menurut Ray, KLB seperti kejar target dengan agenda utamanya memilih KSP Moeldoko sebagai Ketum. Di sisi lain, tak terdengar ada penyampaian visi misi dan tak ada adu argumen alasan memilih ketum dari luar Demokrat.