"Tidak mungkin juga Pak Moel (Moeldoko) diam terus setelah mengambilalih Partai Demokrat. Saya pikir langkah pasti setelah KLB adalah membentuk kepengurusan, dan instrumen kelengkapan untuk mendapatkan pengakuan yang kuat dari Kemenkumham," ujarnya saat dihubungi, Rabu (10/3/2021).
Baca Juga: Konflik Demokrat, Ibas : Saya Yakin Negara Hadir
Namun demikian hingga saat ini langkah tersebut belum juga terlihat. Artinya, strategi untuk itu sedang dilaksanakan dan berjalan. Tinggal menunggu waktu dan sinyal dari Moeldoko apa kejutan yang akan dihadirkan.
Lebih jauh analis Politik asal UIN Jakarta ini melihat, kapasitas Moeldoko sebagai mantan petinggi militer bisa diterapkan dalam mengatur strategi yang akan dilakukan ke depan.
"Bisa jadi masih mengatur dan mempertimbangkan pilihan opsi strategi. Karena belum ada sinyal mau ngopi-ngapi. Kalau ada Ngopi-ngopi lagi kemungkinan akan ada kejutan lagi," ketus Fadhli.
(Sazili Mustofa)