Pengedar Sabu yang Dikendalikan dari Lapas Porong Ditangkap

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 10 Maret 2021 19:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 10 519 2375789 pengedar-sabu-yang-dikendalikan-dari-lapas-porong-ditangkap-58YfiFEbfy.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

MALANG - Kepolisian Kabupaten Malang, Jawa Timur membongkar jaringan peredaran narkotika yang dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas). Terbongkarnya jaringan ini diawali penangkapan seorang pelaku di rumahnya, Mambaul Huda alias Bedhel di Dusun Kedayaan, Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

"Diduga menyimpan narkoba jenis sabu kemudian anggota lapangan melakukan penggerebekan ke rumah tersebut diamankan satu orang MH (Mambaul Huda) alias Bedhel," ucap Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat rilis di Mapolres Malang, pada Rabu (10/3/2021).

Baca Juga:  BNN NTB Gagalkan Peredaran Ganja Asal Aceh, Isi Paket Dicampur Kopi

Dari pelaku Mambaul Huda disebut Hendri petugas mengamankan 3 paket sabu seberat 2 gram. Mambaul Huda juga diketahui telah tiga kali masuk penjara atas kasus yang sama. "MH residivis sudah pernah beberapa kali ditangkap, tiga kali menjalani hukuman penjara. Awalnya mereka teman sama-sama pemakai ganti-gantian, ada upaya meningkatkan fungsinya berusaha mengedarkan sabu," terang Hendri kembali.

Selanjutnya polisi melakukan pengembangan dan mengarah ke satu tersangka lainnya Tajuddin, warga Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Saat dilakukan penggerebekan ke rumah Tajuddin di Pagelaran, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sabu seberat 8,5 gram yang dikemas dalam 19 paket siap edar. Kemudian dari motor Tajuddin, polisi juga berhasil menyita 101 gram sabu. Dari pengakuan kedua pelaku mendapatkan barang haram ini dari seorang warga binaan di Lapas Porong.

"Pengakuannya barang didapat dari seorang penghuni Lapas bernama Sarip. Jadi ini jaringan yang dikendalikan dari dalam Lapas. Yang menyuruh menaruh di satu paket di wilayah sini, mereka hanya meranjau, dari perintah bosnya tadi," tuturnya.

Baca Juga:  Polres Jakbar Sita 144,5 Ton Ganja dari Pengedar Jaringan Sumatera

Pelaku disebut Hendri kerap kali mengedarkan sabu di wilayah Malang selatan, mulai dari Kepanjen, Gondanglegi, dan Turen. Di mana, satu paket seberat 0,3 gramnya dijual Rp400 - 500 ribu. "Apabila dari 101 gram paket ini bisa dipasarkan semuanya mendapatkan uang Rp 10 juta," tukasnya.

Akibat ulahnya kedua orang ini dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) dan (2), serta Pasal 112 Ayat (1) dan 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Ancaman hukumannya minimal 5 tahun penjara, maksimal seumur hidup," tutup Hendri Umar.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini