Bocah Muslim Dipukuli Saat Minum di Kuil Hindu, Polisi Tangkap Pelaku

Susi Susanti, Koran SI · Senin 15 Maret 2021 10:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 15 18 2377832 bocah-muslim-dipukuli-saat-minum-di-kuil-hindu-polisi-tangkap-pelaku-miukP6aZqe.jpg Polisi tangkap pelaku pemukulan terhadap anak laki-laki (Foto: Twitter)

INDIA - Dua pria ditangkap di India menyusul serangan kekerasan terhadap seorang anak laki-laki Muslim berusia 14 tahun yang memasuki kuil Hindu untuk minum air.

Rekaman insiden itu, yang terjadi di Ghaziabad di negara bagian Uttar Pradesh, India utara, memicu kemarahan setelah dibagikan secara luas secara online minggu lalu.

Dalam video yang diposting di Instagram, seorang pria terlihat memukuli dan menendang bocah itu saat orang kedua memfilmkannya.

Video itu menunjukkan remaja itu dipukul di kepala, dipaksa ke tanah dan kemudian ditendang berulang kali, termasuk di selangkangan.

Polisi mengatakan insiden yang melibatkan anak laki-laki di Ghaziabad, bernama Asif, dilaporkan terjadi Kamis pekan lalu dan kemudian diposting online oleh salah satu tersangka.

(Baca juga: Dewan Muslim Kecam Rencana Larangan Burqa)

Polisi Ghaziabad telah menetapkan tersangka Shringi Nandan Yadav, seorang penduduk kota Bhagalpur di negara bagian Bihar. Mereka mengatakan dia telah memberi tahu jika dia bekerja sebagai penjaga di kuil tempat dugaan penyerangan itu terjadi.

Pria lain, bernama Shivanand, telah ditangkap sehubungan dengan pembuatan film insiden tersebut.

Polisi Ghaziabad Supt Kalanidhi Naithani mengatakan tersangka utama ditangkap tak lama setelah insiden itu pertama kali dilaporkan, dan "tindakan tegas" akan diambil.

Ayah Asif - tidak disebutkan dalam laporan - mengatakan kepada The Indian Express bahwa putranya "berada di daerah itu ketika dia merasa haus, lalu dia melihat keran di kuil dan mulai minum".

Namun, pengelola kuil Hindu di Ghaziabad telah mempertanyakan apakah insiden tersebut merupakan perselisihan tentang air, dengan menyatakan ada keran di luar dan bahwa Asif seharusnya tidak memasuki halaman kuil.

(Baca juga: 39 Orang Dilaporkan Tewas dalam Protes Antikudeta Myanmar, Pabrik-Pabrik China Dibakar)

Surat kabar The Indian Express melaporkan beberapa kuil Hindu di India tidak mengizinkan masuk ke non-Hindu, dan situs di Ghaziabad memiliki tanda yang menyatakan bahwa itu "dilarang" bagi umat Islam untuk masuk.

Sementara itu, kelompok hak asasi manusia (ham) telah menyatakan keprihatinan atas peningkatan serangan semacam itu.

Menurut Human Rights Watch, laporan serangan bertarget terhadap minoritas, termasuk Muslim, oleh "kelompok ekstremis Hindu", mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir di Uttar Pradesh.

Video kekerasan ini pun langsung viral di media sosial (medsos).

"Orang sakit seperti apa yang Anda perlukan untuk tanpa ampun menyerang seorang anak?" cuit wartawan Rifat Jawaid.

Pengguna Twitter lainnya, reporter berita lokal Navya Singh, menulis: "Insiden ini tidak hanya brutal tetapi juga menunjukkan betapa berani si penyerang membagikan video tersebut di medsos”.

Politisi oposisi India Tejashwi Yadav mencuitkan jika Asif adalah korban dari "ideologi beracun yang mengajarkan manusia untuk tidak menjadi manusia".

Tagar #SorryAsif telah menjadi trending di Twitter hampir sepanjang akhir pekan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini