Share

Pakaian Sayap Gagal Terbuka, Penerjun Payung Tewas Jatuh dari Ketinggian 3.000 Meter

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 17 Maret 2021 13:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 17 18 2379239 pakaian-sayap-gagal-terbuka-penerjun-payung-tewas-jatuh-dari-ketinggian-3-000-meter-h3fOEVeSnw.jpg Penerjun payung tewas dari ketinggian 3.000 meter (Foto: Instagram)

AUSTRALIA - Penghormatan terakhir terus mengalir untuk seorang penerjun payung yang tewas dari ketinggia 10.000 kaki (3.048 meter) akibat pakaian sayapnya (wingsuit) gagal dibuka.

Dimitri Didenko dilaporkan meninggal di tempat kejadian sata Kejuaraan Skydiving Nasional Virtual di dekat Perth, Australia.

Teman-temannya yang patah hati menyebut pria berusia 30 tahun asal Rusia itu sebagai "legenda absolut".

Dia adalah seorang penerjun payung yang telah menyelesaikan lebih dari 6.000 lompatan dengan pakaian sayap, versi ekstrim dari olahraga yang mengandalkan bodysuit airfoil daripada parasut tradisional.

Polisi memperkirakan setelannya gagal mengembang dengan benar selama kompetisi yang membuatnya jatuh ke tanah. Sekitar 20 teman menyaksikan kejadian naas itu pada Minggu (14/3).

Dimitri dinyatakan meninggal di tempat kejadian di kota resor Teluk Jurien, dan penghormatan terakhir mengalir ke media sosial (medsos).

"Dunia tidak akan sama tanpamu",” tulis seorang wanita.

(Baca juga: Pria Ini Mabuk dan Tolak Pakai Masker Sebanyak 40 Kali Selama Penerbangan)

“Saudaraku RIP, terlalu muda untuk pergi, sampai jumpa di sisi lain. Terbang tinggi, Supersoviet,” tulis yang lain.

"Saya tidak tahu bagaimana surga, tapi saya tahu bahwa semangat Dimitri akan terus hidup, pada orang-orang yang benar-benar mengenal dan mencintainya. Selamanya menjadi bagian dari keluarga kami,” ungkap yang lain.

Christine Sparrow, salah satu pemilik Skydive Jurien Bay, mengatakan itu adalah "hari yang sangat menyedihkan bagi komunitas skydiving".

“Kami tidak pernah mengalami kematian dalam 10 tahun kami menjalankan bisnis di sini di Teluk Jurien, atau dalam operasi skydiving kami sebelumnya,” ungkapnya..

"Pikiran kami tertuju pada keluarga dan teman pria itu serta para responden pertama di acara tersebut,” lanjutnya.

(Baca juga: Jadi Babysitter, Bocah 15 Tahun Melahirkan, Bayinya Dibuang ke Tempat Sampah)

Investigasi akan dilakukan oleh Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil dan Federasi Parasut Australia. Kepolisian Australia Barat akan menyiapkan laporan untuk petugas koroner.

Bagian penting dari investigasi termasuk informasi yang ditangkap pada perangkat GPS yang telah dipasang pada helm Dimitri sebagai bagian dari kompetisi untuk menilai skydive-nya.

Kejuaraan itu diketahui diadakan di tujuh lokasi di seluruh Australia tahun ini karena pembatasan Covid-19.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini