Lubang Bekas Galian C di Mojokerto Makan Korban, Seorang Pemancing Tenggelam

Solichan Arif, Koran SI · Kamis 18 Maret 2021 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 18 519 2380070 lubang-bekas-galian-c-di-mojokerto-makan-korban-seorang-pemancing-tenggelam-9M32LkcUfT.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MOJOKERTO - Kubangan bekas galian di Dusun Kletek, Desa Baureno, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, memakan korban jiwa. Seorang pemancing tenggelam dan hingga kini belum ditemukan.

Ma’ruf, warga Dusun Borang, Desa Sambilawang, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, tenggelam saat mancing di lokasi tersebut, Rabu (17/3) sekitar pukul 13.00 WIB. Pria berusia 35 tahun itu tenggelam saat hendak membetulkan kail yang tersangkut sampah.  

"Berdasarkan keterangan saksi mata, korban tengelam saat berusaha membenahi mata kail pancing yang tersangkut, saat itu korban menjeburkan diri ke kubangan," kata Kapolsek Jatirejo AKP Hendro Susanto, Kamis (18/3/2021). 

Baca juga: Asyik Bermain, Balita di Kota Waringin Timur Tewas Masuk Selokan

Berdasarkan informasi yang dikantongi pihak kepolisian, Ma'ruf tidak bisa berenang. Mengetahui hal itu, teman korban sesama pemancing sempat berusaha memberikan pertolongan.  

Akan tetapi, upaya tersebut sia-sia. Kayu yang dijulurkan terlalu pendek sehingga tak mampu dijangkau korban. Ma'ruf yang kala itu sempat berteriak meminta tolong, gagal meraih batang kayu hingga akhirnya tenggelam.  

"Saat itu juga teman korban ini teriak meminta tolong. Warga sekitar lalu datang dan berusaha mencari dengan terjun ke kubangan, namun korban tidak berhasil ditemukan," jelas Kapolsek.

Baca juga: Ikut Orangtua Cari Kutu Air, 2 Bocah Tenggelam di Waduk Jurbar Pondok Aren

Berbagai benda milik korban saat ini sudah diamankan petugas kepolisian. Di antaranya sepeda motor Suzuki Shogun nomor polisi S 2450 QE, payung warna ungu serta tas ransel berisi celana jeans serta alat pancing diamankan di Mapolsek Jatirejo.

Sementara itu, hingga kini upaya pencarian Ma'ruf terpaksa dihentikan, setelah sejak petang kemarin, petugas dari Badan Sar Nasional (Basarnas) Wilayah Jawa Timur, TNI/Polri serta potensi relawan berusaha melakukan pencarian dengan menerjunkan dua buah perahu karet. 

"Sementara proses pencarian kita hentikan sementara karena kita dari BPBD, Basarnas TNI/Polri dan juga potensi relawan masih terkendala keadaan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto Muhammad Zaini. 

Zaini mengungkapkan, proses pencarian korban tengelam ini terkendala dengan kondisi di lokasi. Sebab, selain kedalaman air, kubangan tersebut penuh lumpur dan sampah. Hal itu membahayakan petugas jika terus dipaksakan. 

"Itu kubangan bekas galian C kalau kedalaman kita perkirakan di bibir galian berkisar 3-4 meter pada bagian tengah galian 6 meter," tukas Zaini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini