Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Setiap Anak Perempuan Lahir, Penduduk Desa Ini Menanam 111 Pohon

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Minggu, 21 Maret 2021 |07:18 WIB
Setiap Anak Perempuan Lahir, Penduduk Desa Ini Menanam 111 Pohon
Desa di India menanam 111 pohon setiap lahir anak perempuan (Foto: Bhavya Dore/BBC Indonesia)
A
A
A

Di salah satu bagian desa, pejabat desa didorong untuk bersumpah di pohon beringin untuk bekerja secara bertanggung jawab dan melindungi lingkungan.

"Secara historis, orang-orang dari wilayah Rajasthan ini adalah pejuang yang tidak pernah menerima kekalahan. Kami juga tidak," kata Paliwal, sebelum melafalkan nama-nama raja legendaris asal wilayah itu.

"Pada abad-abad sebelumnya mereka menangkis serangan, sekarang kami memerangi penyakit dan polusi."

Saat pohon Piplantri tumbuh, permukaan air tanahnya meningkat dan perubahan budaya yang nyata telah meningkatkan status perempuan. Nikita Paliwal (tidak ada hubungannya dengan Shyam Sunder), sekarang berusia 14 tahun, adalah salah satu anak perempuan pertama yang memiliki pohon atas namanya.

Sekarang, dia berharap dapat menjadi seorang dokter dan bekerja untuk orang miskin. "Kita juga harus berdiri di atas kaki kita sendiri," katanya.

"Kalau terus bekerja, hasilnya akan terlihat," kata Shyam Sunder. "Dan orang-orang akan bergabung denganmu."

Tentu saja dibutuhkan partisipasi semua warga desa. Pagi itu, sekelompok perempuan bekerja keras menyiapkan lahan untuk ditanami. Meskipun upacara penanaman hanya dilakukan setahun sekali, aktivitas ini dilakukan sepanjang tahun.

Mengenakan sari merah cerah dan tersenyum lebar, Nanubhai Paliwal, bibi Nikita, berkata bahwa dia memiliki dua anak laki-laki. Namun saat Piplantri mulai menghormati para perempuan di wilayah itu, dia mulai berdoa supaya mendapat cucu perempuan.

Sekarang dia punya dua cucu perempuan dan pohon ditanam saat mereka lahir. "Tadinya mereka dianggap sebagai beban. Sekarang menurut kami tidak seperti itu," ujarnya. "Kami tak lagi berharap kami harus mendapat anak laki-laki."

Nanubhai lalu melihat ke sekitarnya, menunjuk ke semua pohon. "Ini adalah desa kecil. Kami bekerja keras, kami menjadikannya istimewa. Dan dengan cara ini kami mendapatkan pekerjaan dan penghasilan juga."

Ini adalah bagian penting dari strategi desa, tidak hanya untuk menghormati anak perempuan atau meregenerasi lingkungan, tapi juga untuk reboisasi demi menghasilkan pendapatan bagi penduduk lokal. "Bagaimana semua orang bisa mendapatkan pekerjaan di pabrik?" tanya Shyam Sunder. "Cara kami adalah menciptakan lapangan kerja melalui sumber daya alam."

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement