Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Setiap Anak Perempuan Lahir, Penduduk Desa Ini Menanam 111 Pohon

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Minggu, 21 Maret 2021 |07:18 WIB
Setiap Anak Perempuan Lahir, Penduduk Desa Ini Menanam 111 Pohon
Desa di India menanam 111 pohon setiap lahir anak perempuan (Foto: Bhavya Dore/BBC Indonesia)
A
A
A

DI INDIA, anak perempuan secara historis dianggap lebih rendah daripada anak laki-laki. Tetapi setelah seorang ayah kehilangan putrinya secara tragis, dia mempelopori kampanye nasional untuk mengubah persepsi gender.

Shyam Sunder Paliwal membuka sejenis kacang polong di tangannya dan sesaat biji berwarna merah darah berjatuhan.

Tanaman itu, yang menghasilkan bubuk warna merah agak oranyedan sering digunakan orang India di dahi mereka untuk tujuan kosmetik dan agama, biasanya tidak tumbuh di wilayah ini.

Baca Juga: Buku Sekolah Sebut Terorisme adalah "Untaian Islam", Picu Kemarahan Muslim India

Tapi itu adalah salah satu dari banyak jenis pohon yang sekarang tumbuh di Piplantri, kumpulan enam dusun yang terhubung di Rajasthan, di barat laut India.

Pada tahun 2005 ketika Paliwal menjadi kepala desa, pertambangan marmer di wilayah itu telah menggunduli perbukitan. Tanah di sekitarnya menjadi kering.

Seperti di sebagian besar India, anak perempuan di sini dipandang sebagai beban finansial keluarga dan diremehkan dibandingkan dengan anak laki-laki, yang biasanya membantu orang tua menghasilkan uang. Pada tahun 2007, putri Paliwal yang berusia 17 tahun, Kiran, meninggal karena dehidrasi.

Paliwa patah hati tapi berupaya untuk tetap mengabadikan ingatan tentang anaknya. Keluarganya kemudian menanam pohon di dekat pintu masuk desa dan mencantumkan nama mendiang anak perempuan mereka di dekat pohon.

Sebagai pimpinan kampung Piplantri, Paliwal berpikir, mengapa tidak menjadikan itu program yang lebih luas? Tak lama setelahnya, penduduk desa lainnya mulai mengikuti jejak Paliwal.

Baca Juga: Kereta dengan 64 Penumpang Jalan Mundur, Pihak Berwenang Lakukan Penyelidikan

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement