Fenomena Halo Matahari Muncul di Langit Lembang, Warga yang Melihat Takjub

Adi Haryanto, Koran SI · Senin 22 Maret 2021 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 22 525 2381948 fenomena-halo-matahari-muncul-di-langit-lembang-warga-yang-melihat-takjub-ltFE2Mtrqa.jpg Fenomena Halo Matahari (Foto: Adi Haryanto)

BANDUNG BARAT - Kejadian alam yang cukup langka terlihat di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat pada Senin (22/3/2021) siang sekitar pukul 11.30 WIB. Langit siang itu dihiasai matahari yang bersinar terang namun di sekelilingnya terlihat sebuah lingkaran penuh berwarna pelangi.

Fenomena yang jarang terjadi tersebut sempat direkam dan diabadikan oleh warga yang mengaku takjub melihat peristiwa tersebut. Salah satunya oleh warga bernama Aep (25) yang mengunggahnya dalam status WhatsApp dan instagram miliknya sehingga banyak mendapatkan komentar dari teman-temannya.

"Saya lagi jalan-jalan di objek wisata Floating Market Lembang, pas iseng lihat ke langit mataharinya aneh. Bersinar terang tapi di sekelilingnya ada cincin berwarna pelangi," ucapnya saat dikonfirmasi.

Baca Juga: Fenomena Alam yang Jarang Terjadi, Kawasan Kemang Jakarta Selatan Berkabut Malam Tadi

Karena aneh dan baru pertama kali melihat hal yang seperti itu, dirinya langsung merekamnya menggunakan handphone (HP). Pas diunggah dalam status WhatsApp (WA) ternyata banyak yang komen dan mengaju takjub, sebab hal tersebut jarang terjadi. Dirinya pun mengaku beruntung bisa merekam fenomena itu. 

"Saya baru ngeliat fenomena ini sekarang, sebelumnya paling hanya lihat pelangi. Yang seperti itu belum pernah," sambungnya.

Sementara itu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, menyebutkan fenomena tersebut dikenal sebagai Halo Matahari. Yakni peristiwa dimana optis berupa lingkaran cahaya di sekitar matahari dan bulan. Itu adalah fenomena yang biasa terjadi dan bukan pertanda sesuatu yang buruk.

Baca Juga: Hari Ini, 3 Daerah di Jawa Barat Akan Alami Hari Tanpa Bayangan

Ada berbagai macam halo, tetapi umumnya halo muncul disebabkan oleh kristal es pada awan cirrus (biasanya cirrostratus) yang dingin yang berada 5 sampai 10 km atau 3 sampai 6 mil di lapisan atas troposfer.

"Fenomena ini bergantung pada bentuk dan arah kristal es. Cahaya matahari direfleksikan oleh permukaan es yang berbentuk batang atau prisma sehingga sinarnya menjadi terpecah kedalam beberapa warna karena efek dispersi udara," terang Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu saat dihubungi. 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini