Anak yang Bunuh Bapak Kandung Diduga Mengidap Gangguan Jiwa

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 23 Maret 2021 16:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 23 519 2382742 anak-yang-bunuh-bapak-kandung-diduga-mengidap-gangguan-jiwa-qRMy17tFwH.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

MALANG - Peristiwa pembunuhan bapak oleh anaknya sendiri terjadi di Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Korban yang bernama Tamin (46) diduga dibunuh oleh anak kandungnya sendiri bernama Adi Pratama (26)

Korban diketahui adalah seorang petani, sementara sang anak yang bernama Adi Pratama diduga mengalami depresi selama bertahun-tahun. Dia beberapa kali masuk rumah sakit jiwa untuk menjalani perawatan.

Kepala Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang Sugeng Wicaksono membenarkan adanya kejadian pembunuhan yang menimpa seorang warganya. Korban bernama Tamin ini tewas di tangan sang anak kandung pada Selasa dini hari (23/2/2021).

"Peristiwa terjadi Selasa (23/3) sekitar pukul 01.00 WIB. Salah satu tetangga mendengar suara teriakan minta tolong dari rumah Adi tersebut. Namun, tetangga yang mendengar itu tidak menghiraukan. Sebab ia mengira suara teriakan Adi. Yang memang kerap berteriak setiap malam,” ucap Sugeng kepada media.

Saat pagi datang dikatakan Sugeng, salah seorang saudaranya mengecek rumah Adi. Mengingat saat itu gerbang dan pintu rumah terbuka. Namun saudaranya mendapatkan jasad Pak Tamin justru tewas bersimpah darah dengan kondisi penuh luka benda tajam di bagian kepala, kaki, dan tangan.

"Setelah cek ternyata Pak Tamin sudah tewas bersimbah darah. Sementara, Adi sudah lari dari rumahnya," katanya.

Baca Juga : Dituntut 2 Tahun Penjara, Pengacara Gus Nur Siapkan Pleidoi

Adi Pratama melarikan diri dan dalam pengejaran tim Satreskrim Polres Malang. Sementara jasad Tamin dilarikan ke ruang jenazah Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA).

Polisi sendiri masih melakukan identifikasi dan selesai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sekitar rumah korban. Sedangkan proses identifikasi dan autopsi dilakukan di ruang jenazah RSSA.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini