Korut Tembakkan 2 Rudal Jarak Pendek, Uji Coba Pertama Sejak Biden Menjabat

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 24 Maret 2021 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 24 18 2383122 korut-tembakkan-2-rudal-jarak-pendek-uji-coba-pertama-sejak-biden-menjabat-X7zL5cZsIF.jpg Foto: Reuters.

SEOUL - Korea Utara menembakkan dua rudal jarak pendek pada akhir pekan, kata pejabat Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan. Namun, Washington menganggap remeh uji coba rudal pertama di bawah Presiden Joe Biden itu dan mengatakan peluang masih terbuka untuk berdialog dengan Pyongyang.

Dalam keterangan kepada wartawan< Selasa (23/3/2021) dua pejabat senior pemerintahan Biden mengatakan bahwa uji coba Korea Utara itu melibatkan sistem senjata yang tidak termasuk dalam larangan pengujian Dewan Keamanan PBB.

Militer Korea Selatan mengatakan dua rudal jelajah ditembakkan di lepas pantai barat Korea Utara pada Minggu (21/3/2021).

BACA JUGA: Korut Putuskan Hubungan Diplomatik, Ini Kata Malaysia

Seoul telah mendeteksi tanda-tanda tes akan segera terjadi dan memantaunya secara real time, kata Kepala Staf Gabungan (JCS) kepada wartawan pada Rabu (24/3/2021). JCS melaporkan uji coba senjata canggih Korea Utara seperti senjata nuklir dan rudal balistik hampir secara real time tetapi bukan uji senjata tingkat rendah dan jarak pendek.

Peluncuran tersebut menandai uji senjata pertama Korea Utara yang diketahui publik sejak Biden menjabat pada Januari.

Tapi Biden meremehkan aktivitas terbaru Korea Utara itu, mengatakan "tidak banyak yang berubah."

BACA JUGA: Adik Kim Jong-un Beri Peringatan pada AS: Jangan Timbulkan Bau Busuk

“Tidak, menurut Departemen Pertahanan, ini bisnis seperti biasa. Tidak ada kerutan baru dalam apa yang mereka lakukan," katanya kepada wartawan sekembalinya dari kunjungan ke Ohio, ketika ditanya apakah tes itu sebuah provokasi.

Uji coba rudal itu dilakukan setelah Korea Utara menolak untuk terlibat dengan tawaran diplomatik AS di balik layar berulang kali oleh pemerintahan baru sejak pertengahan Februari.

Para pejabat senior AS mengatakan pemerintahan Biden berada di "tahap akhir" dari peninjauan penuh kebijakan Korea Utara dan akan menjadi tuan rumah bagi penasihat keamanan nasional sekutu Jepang dan Korea Selatan minggu depan untuk membahas hal itu.

Salah satu pejabat mengatakan hanya ada "sangat sedikit dialog atau interaksi" dengan Korea Utara sejak pertemuan puncak yang gagal antara mantan Presiden Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Hanoi pada Februari 2019 di mana Amerika Serikat berusaha membujuk Pyongyang untuk meninggalkan senjata nuklirnya.

“Penjangkauan dari kami ke Korea Utara mengikuti lebih dari setahun tanpa dialog aktif dengan Korea Utara, meskipun beberapa upaya di dua pemerintahan untuk terlibat,” kata pejabat senior AS lainnya. Dia menambahkan bahwa “kami tidak melihat aktivitas yang berlangsung akhir pekan ini sebagai langkah menutup pintu (untuk dialog) itu. "

Korea Utara belum melakukan uji senjata nuklir atau rudal jelajah antarbenua (ICBM) sejak 2017, tetapi melakukan tes berulang terhadap rudal jarak pendek setelah KTT Hanoi gagal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini