Viral Siswi SMA Tipu Warga hingga Pejabat Modus Investasi, Rp2,6 Miliar Dibawa Kabur

Ismail Yugo, iNews · Rabu 24 Maret 2021 18:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 24 340 2383476 viral-siswi-sma-tipu-warga-hingga-pejabat-modus-investasi-rp2-6-miliar-dibawa-kabur-n8tjNXyNnM.jpg Siswi SMA pelaku penipuan. (Foto: Istimewa)

BENGKULU - Seorang siswi SMA di Kabupaten Bengkulu Utara viral dalam sepekan terakhir. Bermodus investasi, remaja belia ini melakukan aksi penipuan dengan total kerugian Rp2,6 miliar.

Pelaku berinisial DS (18) yang masih duduk di kelas 3 SMA tengah dicari sejumlah pihak untuk mempertanggungjawabkan investasi bodong yang dijalankannya sejak 6 bulan lalu.

Korban investasi bodong berasal dari berbagai kalangan, mulai masyarakat biasa, pejabat hingga aparat. Tak tanggung-tanggung, total kerugian dari ratusan korban yang mengikuti investasi ini mencapai Rp2,6 miliar.

Baca juga: Dijanjikan Bekerja di Singapura dengan Gaji Rp30 Juta, 4 Pria Kena Tipu

Sejak kasusnya mencuat, keluarga mengaku tak mengetahui keberadaan DS hingga saat ini. Sementara itu sejumlah warga mengaku sebagai korban terus berdatangan untuk meminta pertanggungjawaban. Sebagian korban lainnya bahkan nekat menyita kendaraan roda empat dan berlian milik keluarga DS secara sepihak.

Berdasarkan keterangan guru, DS tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar sejak 3 pekan lalu. Tak ada perilaku yang mencolok dalam keseharian pelaku di sekolah. Sikap DS sama seperti layaknya siswi lainnya. Pihak guru sempat memanggil orang tua DS untuk meminta klarifikasi terkait mencuatnya kasus yang melibatkan peserta didiknya ini.

Baca juga: 2 Wanita Cantik Ini Ditangkap karena Gelapkan 35 Kamera, 4 Wartawan Jadi Korban

Sementara itu, Kapolres Bengkulu Utara AKBP Anton Setyo Hartanto mengatakan, polisi terus mendalami dugaan investasi bodong yang mengakibatkan kerugian hingga miliaran Rupiah ini. Dia berjanji menindaklanjuti semua laporan resmi yang masuk.

Warga diharapkan berhati-hati menyikapi berbagai bentuk investasi. Pandemi Covid-19 memicu dampak lemahnya perekonomian, sehingga situasi ini dimanfaatkan sejumlah oknum untuk mencari keutungan pribadi.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini