Korut Tembakkan Rudal Taktis Baru pada Uji Coba Keduanya dalam Sepekan

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 26 Maret 2021 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 26 18 2384409 korut-tembakkan-rudal-taktis-baru-pada-uji-coba-keduanya-dalam-sepekan-eXZ8iBzU3U.jpg Foto dari uji coba rudal yang dipublikasikan kantor berita Korea Utara, KCNA. (Foto: Reuters/KCNA)

SEOUL - Korea Utara mengatakan pihaknya melakukan uji coba peluru kendali taktis yang ditingkatkan, bukan rudal balistik jarak pendek seperti yang sebelumnya digambarkan oleh militer Korea Selatan dan Jepang. Peluncuran rudal itu adalah uji coba kedua yang dilakukan Pyongyang dalam waktu sepekan.

Uji coba itu dilakukan pada Kamis (25/3/2021), menurut laporan KCNA yang berafiliasi dengan pemerintah.

BACA JUGA: Korut Tembakkan 2 Rudal Jarak Pendek, Uji Coba Pertama Sejak Biden Menjabat

Dua dari amunisi baru telah diuji, yang dikatakan menggunakan mesin bahan bakar padat yang lebih baik dan hulu ledak yang lebih berat seberat 2,5 ton.

Proyektil tersebut "secara akurat mencapai target yang ditetapkan di perairan 600 kilometer di lepas pantai timur Korea," kata laporan itu, menambahkan bahwa tes tersebut diawasi oleh Ri Pyong Chol, seorang anggota biro politik Partai Buruh yang berkuasa di Korea Utara.

Rudal tersebut dilaporkan ditembakkan dari Provinsi Hamgyong Selatan Korea Utara, dan terbang sekira 450 kilometer sebelum jatuh ke Laut Jepang, menurut perkiraan sebelumnya oleh militer Korea Selatan.

BACA JUGA: Peluncuran Kedua dalam Sepekan, Korut Tembakkan Rudal Balistik ke Laut Jepang

Peluncuran Kamis terjadi hanya empat hari setelah Korea Utara menembakkan dua rudal jelajah jarak pendek ke Laut Kuning, antara Semenanjung Korea dan China.

Peluncuran rudal jelajah tidak secara eksplisit dilarang di bawah cakupan resolusi PBB tentang Korea Utara, pengujian rudal balistik dilarang.

Tak lama setelah Pyongyang mengonfirmasi peluncuran baru, Washington mengutuk peningkatan aktivitas roket negara tertutup itu, mengecam tes tersebut sebagai "destabilisasi."

"Peluncuran ini melanggar beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB dan mengancam kawasan dan komunitas internasional yang lebih luas," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS sebagaimana dlansir RT.

Ada spekulasi bahwa serentetan peluncuran terbaru mungkin diatur waktunya dengan konferensi pers pertama Presiden AS Joe Biden, yang diadakannya pada Kamis malam. Anggota parlemen Korea Selatan yang diberi pengarahan oleh badan intelijen nasional (NIS) setelah peluncuran terbaru mengatakan kepada kantor berita Yonhap bahwa konferensi pers Biden dianggap sebagai "salah satu kemungkinan alasan" di balik rentetan roket yang ditembakkan oleh Pyongyang dalam beberapa hari terakhir.

Awal bulan ini, Korea Utara secara resmi mengesampingkan kontak apa pun dengan pemerintah AS yang baru setidaknya sampai Washington meninggalkan kebijakan permusuhannya terhadap negara tersebut. Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Korea Utara, Choe Son Hui, menjuluki berbagai upaya pejabat AS untuk menjangkau Korea Utara sebagai "trik murahan" dan gagasan bahwa Pyongyang akan segera menimbulkan ancaman sebagai "teori gila".

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini