Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kapal Perusahaan Israel Dihantam Rudal di Laut Arab, Iran Diduga Bertanggung Jawab

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 26 Maret 2021 |16:56 WIB
Kapal Perusahaan Israel Dihantam Rudal di Laut Arab, Iran Diduga Bertanggung Jawab
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
A
A
A

YERUSALEM - Sebuah kapal kargo milik sebuah perusahaan Israel rusak setelah dihantam rudal di Laut Arab pada Kamis (25/3/2021) dalam apa yang diduga sebagai serangan Iran, kata seorang pejabat keamanan Israel. Pejabat, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan kapal itu dalam perjalanan dari Tanzania ke India dan dapat melanjutkan pelayarannya setelah serangan itu.

Pejabat itu tidak memberikan rincian lebih lanjut.

BACA JUGA: Kapal Kargo Israel Meledak di Teluk Oman, Netanyahu Salahkan Iran

Menurut situs berita Israel Ynet, kapal yang berlayar di bawah bendera Liberia tidak mengalami kerusakan serius dan berita Channel 12 melaporkan bahwa kapal tersebut dimiliki oleh Manajemen XT, yang berbasis di kota pelabuhan Haifa.

Reuters tidak dapat menghubungi pejabat di perusahaan untuk memberikan komentar. Pejabat pemerintah Israel tidak memberikan komentar resmi.

Perusahaan keamanan maritim Dryad Global mengatakan pihaknya menduga, meski tidak bisa memastikan, bahwa kapal yang terlibat dalam dugaan penyerangan itu adalah kapal kontainer MT LORI.

Dikatakan kapal itu, saat dalam perjalanan ke pelabuhan India Mundra dari Dar Es Salaam, Tanzania, berhenti total dan mengapung sekira tiga jam, sebelum melanjutkan perjalanannya dengan kecepatan aslinya.

BACA JUGA: Iran Bersumpah Ratakan Dua Kota Terbesar Israel Jika Fasilitas Nuklirnya Diserang

Itu terjadi sekitar sebulan setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyalahkan Iran atas ledakan di atas kapal milik Israel di Teluk Oman.

Kapal pengangkut kendaraan MV Helios Ray dihantam antara malam 25 Februari dan pagi 26 Februari oleh ledakan di atas garis air. Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa ledakan itu membuat lubang di kedua sisi lambung kapal. Seorang pejabat Israel mengatakan ranjau limpet digunakan dalam serangan tersebut.

Iran membantah terlibat saat itu. "Kami sangat menolak tuduhan ini," kata Saeed Khatibzadeh, juru bicara Kementerian Luar Negeri di Teheran.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement