Kejam, Ibu Muda Tinggalkan Bayinya 6 Hari hingga Mati Kelaparan Demi Pesta Ulang Tahun

Susi Susanti, Koran SI · Sabtu 27 Maret 2021 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 27 18 2384986 kejam-ibu-muda-ini-tinggalkan-bayinya-sendirian-6-hari-demi-pesta-ulang-tahun-OOELoOarK7.jpg Ibu muda tinggalkan bayinya 20 bulan selama 6 hari demi pesta ulang tahun (Foto: Twitter)

SUSSEX - Seorang ibu muda yang meninggalkan bayinya berusia 20 bulan sendirian selama enam hari untuk merayakan pesta ulang tahun akhirnya dihukum karena pembunuhan.

Verphy Kudi, 19, mengaku bersalah di Pengadilan Lewes Crown pagi ini waktu setempat.

Kudi muncul di pengadilan pagi ini dengan memakai masker biru, atasan hitam polos, dan celana panjang hitam.

Awalnya dia dijadwalkan untuk diadili akhir tahun ini, namun dia secara resmi mengajukan pengakuan bersalah atas pembunuhan.

Dia terlihat menutup wajah dengan tangannya setelah tuduhan dibacakan.

"Anda telah mendengar bahwa sebelum saya menghukum Anda, pembela ingin mendapatkan laporan atas nama Anda dan dokter pasti akan mengatur untuk bertemu dan mewawancarai Anda selama beberapa minggu ke depan,” terang Hakim Christine Laing QC.

Hakim memerintahkan agar semua catatan layanan sosial yang berkaitan dengan kasus itu diungkapkan kepada pembela sebelum dijatuhi hukuman.

(Baca juga: Facebook, Twitter, Google Didesak Hapus Akun Pemilik Postingan Hoaks Vaksin Covid-19)

Pengadilan mendengar jika Kudi meninggalkan bayinya Asiah dan berpesta saat bayinya mati kelaparan pada 2019.

CCTV menunjukkan dia meninggalkan flatnya di Brighton, Sussex pada 5 Desember tahun lalu. Kala itu dia pergi untuk merayakan ulang tahunnya yang ke 18 tahun dan tidak kembali hingga 11 Desember.

Pada 11 Desember, Kudi sempat menelepon 999 untuk memberitahu jika bayinya bermasalah karena tidak bisa bangun. Bayinya sempat dilarikan ke Rumah Sakit Anak Royal Alexandra tetapi kemudian meninggal karena tidak tertolong.

Staf di unit ibu dan bayi Brighton untuk ibu remaja tempat mereka tinggal menghubungi polisi beberapa hari kemudian setelah meninjau rekaman CCTV.

(Baca juga: Tabrakan Kereta Api, 32 Orang Tewas, 165 Cedera)

Kamera menunjukkan Kudi meninggalkan gedung pada 5 Desember pukul 17:39. Dia tidak kembali sampai 11 Desember.

Data yang dikumpulkan oleh Polisi Sussex menunjukkan Kudi pernah menghadiri pesta di London, Coventry dan Solihull sebelum kembali ke Brighton.

Pemeriksaan post-mortem dan tes forensik menemukan jika kematian Asiah akibat penelantaran. Sang bayi mengalami kelaparan, dehidrasi dan juga terkena influenza.

Kasus ini ditunda hingga hukuman sementara pada tanggal 28 Mei mendatang. Namun hal ini mungkin akan kembali ditunda lagi.

Kudi diketahui telah ditahan di penjara sejak didakwa pada Oktober tahun lalu.

Dia melambai pada ayah Muba Kudi, 59, setelah staf menunjukkannya selama persidangan.

"Hati saya sangat hancur. Putri saya hilang. Dia telah hilang sejak usia 14 tahun,” ujar sang ayah.

Tinjauan pengamanan atas kasus ini telah diluncurkan oleh Brighton and Hove Safeguarding Children Partnership (BHSCP).

Sementara itu, Asiah lahir pada tanggal 22 Maret 2018. Dia telah tinggal di flat di Brighton bersama ibunya, yang telah mereka tempati oleh layanan sosial sejak 30 September 2019.

Bayi itu berada di bawah rencana perlindungan anak tetapi tidak ada pekerja sosial yang ditugaskan saat dia meninggal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini