Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hari Raya Paskah, Polri Akan Gelar Pengamanan Terbuka & Tertutup

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Selasa, 30 Maret 2021 |13:20 WIB
Hari Raya Paskah, Polri Akan Gelar Pengamanan Terbuka & Tertutup
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono (foto: Polri)
A
A
A

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh jajaran untuk melakukan sejumlah antisipasi guna mencegah terjadinya teror pasca-kejadian bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan.

Polri bakal melakukan pengamanan terbuka dan tertutup di tempat ibadah menjelang peringatan Jumat Agung atau wafatnya Isa Almasih dan Paskah. Hal itu upaya untuk antisipasi mencegah terjadinya aksi teror.

"Ada, sudah di buatkan intruksi ke jajaran melalui telegram, untuk melakukan pengamanan terbuka tertutup terhadap tempat ibadah dan tempat lain," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (30/3/2021).

Baca juga: Ini Peran 4 Terduga Teroris di Bekasi & Condet

Jumat Agung atau wafatnya Isa Almasih sendiri diperingati pada 2 April 2021. Sedangkan, Paskah jatuh pada 4 April 2021.

Baca juga: Pasca Bom Bunuh Diri di Makassar, Polri Tangkap 13 Terduga Teroris

Adapun pengamanan terbuka yang dimaksud dikerahkannya pasukan berseragam dinas. Sedangkan pengamanan tertutup yakni aparat yang berpakaian preman.

Selain itu, polisi juga akan menggandeng guna bekerjasama dengan seluruh lapisan masyarakat atau Stakeholder untuk melakukan pengamanan dan penjagaan di hari perayaan Umat Kristiani tersebut.

"Koordinasi dengan Stakeholder lain dan tingkatkan partisipasi warga," ujar Argo.

Polisi melakukan sejumlah antisipasi pengamanan menyusul terjadinya bom bunuh diri terjadi di Jalan Kartini, Kota Makassar. Bom meledak di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu 28 Maret 2021.

Diduga pelaku berjumlah dua menggunakan sepeda motor ketika melakukan aksinya. Pelaku berinisial L dan YSF. Mereka adalah pasangan suami istri yang baru menikah enam bulan.

Mereka diduga langsung meninggal dunia setelah melancarkan aksinya. Saat ini, polisi masih terus melakukan pendalaman terhadap kejadian itu yang disinyalir dilakukan oleh kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement