Selain itu, lanjut Boy Rafli, para penyintas dan mitra deradikalisasi ini dapat menjadi agen perdamaian untuk memerangi atau menangkal paham-paham radikalisme yang berkembang di masyarakat.
"Dan juga meningkatkan kewaspadaan bersama, penyintas diharapkan menjadi agen-agen perdamaian kepada masyarakat juga bagian dari propaganda, yang selama ini berlangsung propaganda itu dilakukan oleh jaringan terorisme," tegas Boy Rafli.
Tek lupa, pihaknya juga memerhatikan aspek kesejahteraan yang ters diperjuangkan. Karena tak dipungkiri, mereka memiliki masa lalu kelam yang bisa saja masih sulit diterima masyarakat.
"Silaturahmi ini juga memperhatikan aspek kesejahteraan yang harus kita pikirkan baik penyintas maupun mitra deradikalisasi karena kesejahteraan adalah ending dari progran yang kita laksanakan seperti yang diamanatkan Undang-Undang. Kita ingin mereka semua memiliki kemandirian karena ada proses yang sedikit sulit dengan masyarakat mungkin catatan dia sebagai eks napiter. Pendampingan itu lah yang senantiasa kita evaluasi," tutupnya.
(Awaludin)