Kecelakaan Kereta Api, Menteri Transportasi Ajukan Pengunduran Diri

Susi Susanti, Koran SI · Senin 05 April 2021 08:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 05 18 2389361 kecelakan-kereta-api-menteri-transportasi-ajukan-pengunduran-diri-Eq9XpgCwCF.jpg Kecelakaan kereta api di Taiwan (Foto: EPA)

TAIWAN – Menteri Transportasi Taiwan Lin Chia-lung mengajukan pengunduran diri setelah kecelakaan kereta api pada Jumat (2/4) yang menewaskan sedikitnya 51 orang dan menyebabkan puluhan lainnya terluka.

Lin menawarkan pengunduran dirinya secara lisan dalam panggilan telepon pada Minggu (4/4) dengan Perdana Menteri Taiwan Su Tseng-chang. Lin mengatakan dia ingin mundur dan bertanggung jawab atas kecelakaan itu.

Juru bicara kabinet Lo Ping-cheng mengatakan kepada wartawan jika PM Taiwan memuji Lin karena menunjukkan pertanggungjawaban tetapi menolak membahas pengunduran diri tersebut.

Diketahui, kereta penumpang yang sibuk membawa 490 orang ke wilayah Taitung di negara itu pada Jumat (2/4) pagi tergelincir di sebuah terowongan di Taiwan timur.

(Baca juga: Situs Khusus Peretas Miliki Data Pribadi 500 Juta Lebih Pengguna Facebook)

Pantai timur pegunungan Taiwan adalah tujuan wisata yang populer dan kecelakaan itu terjadi tepat di sebelah timur Taman Nasional Taroko yang indah.

Kereta keluar dari rel di terowongan di utara Hualien, menyebabkan beberapa gerbong menabrak dinding terowongan. Sedikitnya 200 orang terluka dalam kecelakaan itu.

Menurut pemadam kebakaran Taiwan, masinis kereta api termasuk di antara korban yang tewas. Tampilan udara menunjukkan penyelamat bekerja di lokasi.

Kecelakaan itu terjadi tepat saat akhir pekan panjang dimulai untuk hari libur nasional Hari Pembersihan Makam.

Sepasang suami istri di kereta mengatakan kepada CNA jika mereka sedang dalam perjalanan ke Taitung untuk menyapu makam dan memberi penghormatan kepada anggota keluarga yang meninggal, seperti tradisi acara tersebut.

(Baca juga: Perempuan Afghanistan yang Ditembak Wajahnya Bicara di Hadapan Publik)

Mereka mengatakan kereta itu sangat penuh sehingga banyak orang yang berdiri.

Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen mengatakan pada Jumat (2/4) jika pemerintahnya akan "terus melakukan segala yang kami bisa untuk memastikan keselamatan penumpang setelah insiden yang memilukan ini."

Para pemimpin negara terdekat telah menyampaikan simpati mereka kepada para korban dan menawarkan bantuan kepada pihak berwenang Taiwan.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini