15 Pesawat Militer China Lintasi Wilayah Pertahanan Taiwan

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 08 April 2021 11:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 08 18 2391289 15-pesawat-militer-china-lintasi-wilayah-pertahanan-taiwan-xxi18SVPH3.jpg Ilustrasi. (Foto: Xinhua)

TAIPEI - Kementerian pertahanan Taiwan mengeluarkan peringatan radio dan menyiapkan sistem rudalnya ketika 15 pesawat militer China memasuki zona identifikasi pertahanan udara pulau itu pada Rabu (7/4/2021). Insiden itu terjadi di saat seperti kapal perang AS yang berlayar melalui Selat Taiwan menambah ketegangan lebih jauh lagi.

Kementerian pertahanan Taiwan mengatakan bahwa 15 pesawat China yang terlihat pada Rabu, adalah dua unit pesawat peringatan dini dan kontrol udara KJ-500, satu unit pesawat angkut taktis Yunshuji-8, dan 12 jet tempur, demikian diwartakan RT.

BACA JUGA: China Sebut Latihan Militer di Dekat Taiwan Akan Menjadi Kegiatan Rutin

Angkatan Laut AS mengonfirmasi bahwa kapal perusak berpeluru kendali USS John S. McCain melakukan transit "rutin" di Selat Taiwan pada Rabu, menunjukkan "komitmennya terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka".

Beijing sebelumnya telah berbicara tentang ketidakpuasannya dengan manuver militer AS di Laut China Selatan, menambahkan pihaknya "siap untuk menanggapi semua ancaman dan provokasi kapan saja."

Pada Rabu, Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu mengatakan kepada wartawan bahwa "Taiwan akan membela diri dan berperang jika perlu. Wu menegaskan bahwa Taiwan akan berperang hingga "hari terakhir"  jika China menyerang.

BACA JUGA: 18 Pesawat China Satroni Langit Taiwan di Tengah Kunjungan Wamenlu AS

Wu mencatat bahwa ada 10 penerbangan melintas oleh pesawat China pada Senin (5/4/2021). Kemampuan pertahanan Taiwan telah dipertanyakan dalam beberapa bulan terakhir setelah beberapa kecelakaan mematikan yang melibatkan aset udara Taipei.

Washington semakin mendorong Taiwan untuk berinvestasi dalam militernya dan meningkatkan pengeluaran untuk aset, yang sebagian besar dikembangkan oleh kontraktor pertahanan AS.

Beijing mengklaim Taiwan sebagai provinsinya dan menganggap tindakan AS sebagai campur tangan dalam urusan internal China.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini