Gubernur Khofifah Ingin Pamong Praja Bisa Bekerja Cepat dan Cerdas

Lukman Hakim, Koran SI · Jum'at 09 April 2021 16:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 519 2392108 gubernur-khofifah-ingin-pamong-praja-bisa-bekerja-cepat-dan-cerdas-wKpILaZ8iN.jpg Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Foto : Pemprov Jatim)

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menginginkan agar satuan polisi pamong praja (Satpol PP) yang akan dan telah menjadi pemimpin di instansi mereka masing-masing harus mampu bekerja cepat, cerdas serta bekerja secara extraordinary. Caranya, yakni lewat lompatan inovasi yang luar biasa dalam memberikan pelayanan birokrasi kepada masyarakat.

"Sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi, ASN (aparatur sipil negara) harus berganti channel dari yang selama ini biasa-biasa saja menjadi extraordinary (luar biasa), bekerja cepat, cerdas dan detail," katanya saat memberikan materi dalam workshop di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim, Jumat (9/4/2021).

Dia mengatakan, para ASN saat ini masih ada yang bekerja menunggu adanya petunjuk pelaksanaan (juklak) atau petunjuk teknis (juknis). Hal ini sangat menghambat inovasi kreatifitas birokrasi. “Untuk itu, ASN hari ini harus mampu melompat melalui program yang produktif dengan memperhatikan aturan yang ada,” ujarnya.

Khofifah menambahkan, salah satu cara untuk mewujudkan kinerja cepat, cerdas dan extraordinary adalah lewat perubahan budaya kerja di masing-masing instansi. Ekosistem tersebut menjadi penting dalam mengoptimalkan kerja cepat, cerdas, inovatif dan profesional.

“Peran kerja tim juga sangat diperlukan dalam kesatuan birokrasi. Dalam keadaan krisis seperti saat ini hal yang perlu dilakukan adalah kerja super tim,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik menyampaikan perlunya perubahan dalam lingkungan ASN. Menurutnya, hal tersebut sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan ekonomi akibat pandemi.

"Selaras dengan yang disampaikan Bu Gubernur tadi, bahwa nantinya tulang punggung ekonomi adalah UMKM. Kita harus kembangkan bisnis kecil hingga menengah itu, agar bisa membuat Jatim keluar dari krisis ekonomi pasca pandemi," katanya.

Baca Juga : Terlilit Utang Rp5 Juta, Suami Jual Istri untuk Layani Seks Threesome

Akmal menjelaskan, integritas ASN tercermin dalam pilar pokok yang harus bisa menegakkan tata kelola pemerintahan daerah yang bersih dan berwibawa. ASN, menurutnya, merupakan instrumen negara yang harus patuh terhadap setiap pemimpin negara. Maka, keberhasilan dan kegagalan sebuah sistem dalam ASN ditentukan oleh seorang aktor.

"Aktor dalam sistem terbagi dalam beberapa elemen yakni Kepala Daerah dan DPRD, Pimpinan OPD hingga masyarakatnya harus saling mendukung untuk mencapai kinerja efektif guna mencapai pertumbuhan pembangunan yang optimal," tuturnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini