Ikhtiar Menjadikan Baznas sebagai Lembaga Utama Menyejahterakan Umat

Opini, Okezone · Minggu 11 April 2021 07:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 11 58 2392701 ikhtiar-menjadikan-baznas-sebagai-lembaga-utama-menyejahterakan-umat-iG2xf3PI8v.jpg Ilustrasi zakat.(Foto:Dok Okezone)

PIMPINAN Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) se-Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Nasional yang dibuka langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Maruf Amin.

Kegiatan di sebuah hotel di Jakarta selama tiga hari mulai Ahad, 4 April hingga Selasa, 6 April 2021 ini merupakan Rakornas perdana Pimpinan Baru Baznas RI periode 2021-2026 yang melibatkan seluruh Pimpinan Baznas Provinsi se-Indonesia. Para peserta seluruhnya telah dipastikan bebas dari virus corona dengan diwajibkan lolos tes swab antigen di lokasi acara.

Dengan protokol kesehatan superketat, Rakornas lembaga pengelola zakat nasional ini dalam pemantauan langsung Satgas Covid-19 dan Badan Narkotika Nasional. Semenit saja lupa masker terpasang dengan baik di hidung dan mulut, maka petugas Satgas Covid-19 tak canggung langsung sigap menegur. Usai acara, seluruh peserta dan panitia juga diwajibkan menjalani tes swab antigen kembali untuk memastikan keluar dari acara dan kembali ke rumah masing-masing dalam keadaan bebas dari virus mematikan tersebut.

Bukan soal ketatnya acara di tengah Covid-19 yang ingin penulis sampaikan sesungguhnya, tetapi adalah momentum istimewa dan kerja keras luar biasa dari para Pimpinan Baznas RI periode ini dalam rangka menggalang semangat menyatukan visi bersama tentang zakat di Indonesia. Di tengah upaya melawan pandemi yang belum menunjukan tanda-tanda akan berakhir, semangat mengelola zakat tak boleh melemah. Di saat ekonomi nasional dihantam wabah Covid-19, kampanye soal zakat harus terus diperkuat dan semakin menguat. Inilah yang menurut penulis perlu diapresiasi luar biasa dari Rakornas kali ini.

Ada semangat besar secara nasional menjadikan zakat sebagai satu sistem baru di tanah air dalam rangka mengatasi problem-problem sosial, khususnya dalam mengatasi masyarakat ekonomi lemah. Kita tahu Indonesia adalah Negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, tentu sangat wajar jika pengelolaan zakat juga diharapkan menjadi yang terbaik dan terpercaya di dunia secara global. Inilah spirit utama Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Zakat 2021, dimana kepemimpinan baru Baznas RI diharapkan bisa membawa Baznas sebagai satu-satunya lembaga resmi pengelola zakat nasional, menjadi pilihan utama dalam upaya menyejahterakan umat.

Kehadiran Baznas juga diharapkan dapat meningkatkan literasi dan kecintaan terhadap kewajiban zakat di kalangan umat Islam. Untuk itu Baznas senantiasa mengajak segenap stakeholder terutama ulama, zuama, umara, kaum intelektual, profesional, wirausahawan, dan media massa untuk menggelorakan ‘Gerakan Cinta Zakat dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote.’

Sebagaimana amanat Undang-undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, Baznas memang diberi beban dan tugas berat dalam menatakelola pelaksanaan rukun Islam yang ketiga tersebut. Baznas satu-satunya lembaga resmi pemungut zakat di tanah air ini dibentuk dalam upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan zakat nasional secara terintegrasi dari pusat hingga desa, menguatkan peran Baznas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menanggulangi kemiskinan. Dengan demikian, Baznas dibentuk bukan saja sebagai wadah bagi umat Muslim dalam mengamalkan rukun Islam ketiga, tetapi juga sebagai bentuk dan pelaksanaan dari keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Angka kemiskinan nasional memang terus menurun jika dibandingkan dengan awal-awal tahun kemerdekaan Republik Indonesia, namun upaya mengatasi problem sosial bukan soal angka-angka statistik semata. Jika pada awal kemerdekaan kemiskinan Indonesia mencapai 95 persen dari total penduduk, lalu 21 tahun kemudian turun ketika kepemimpinan berganti kepada Presiden Soeharto, angka tersebut turun menjadi 56 persen. 32 tahun selanjutnya, yakni saat Pak Harto lengser, angka kemiskinan nasional tinggal 17,47 persen.

Saat ini, setelah 24 tahun reformasi bergulir angka kemiskinan nasional turun hingga 9,82 persen atau tersisa 25,95 juta jiwa saja yang berada di garis kemiskinan. Angka ini kemudian naik kembali menjadi 10,34 persen akibat wabah Covid-19. Inilah berkah dari kemerdekaan, dimana masyarakat Indonesia sudah menunjukan kemampuannya mewujudkan kesejahteraan rakyat secara signifikan, menurunnya jumlah penduduk miskin dari 95 persen menjadi tersisa 10,34 persen saja. Namun bagi Islam, problem sosial bukan hanya soal ekonomi lemah (kemiskinan), tetapi menyangkut soal martabat kemanusiaan.

Kemiskinan memang problem sosial, tapi yang lebih penting adalah terwujudnya kesejahteraan bagi seluruh umat. Sejahtera tak hanya cukup secara ekonomi belaka, tetapi juga terpenuhinya kebahagiaan lahir dan bathin. Hidup boleh dalam keadaan pilihan miskin ekonomi, namun tak boleh kehilangan kesempatan untuk mendapat pelayanan kesehatan dan pendidikan yang layak bagi kemanusiaan. Hidup boleh jadi sangat sederhana tak bergelimang harta, tapi tak boleh kehilangan haknya untuk meningkatkan iman dan takwa. Sebab sejatinya bukan seberapa harta yang dimiliki seseorang yang utama, tetapi seberapa bahagia hidup di dunia ini sehingga bisa menyiapkan bekal yang banyak untuk menjumpai kebahagiaan di akhirat kelak.

Rakornas Zakat 2021 adalah upaya mencapai tujuan untuk mendorong penguatan kelembagaan Baznas sebagai pengelola zakat nasional terpercaya perlu diperkuat dengan mengakselerasi perwujudan visi dan misi Baznas ke depan, meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan zakat, menguatkan peran Baznas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan, baik material maupun spiritual.

Organisasi Baznas mesti meningkatkan akuntabilitas dan profesionalisme dengan menyosialisasikan strategi dan proses digitalisasi pengelolaan zakat yang transparan. Sebab Baznas harus menjadi pilihan pertama pembayar zakat dan sebagai lembaga utama menyejahterakan umat.

Dengan hadirnya Wakil Presiden RI, Prof. KH Maruf Amin dalam pembukaan Rakernas Zakat 2021, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhajir Effendi, Menteri Politik Hukum dan Hak Azasi Manusia Prof Mahfud MD, Menteri Agama Yaqut Kholil Qoumas, Panglima TNI, Kepala Polri, Gubernur Bank Indonesia, Ketua dan Pimpinan Komisi VIII DPR RI, maka hajatan akbar Rakornas Zakat 2021 Insya Allah menjadi momentum besar kebangkitan zakat nasional. Apalagi Rakernas Zakat 2021 ini ditutup dengan kesepakatan seluruh Pimpinan Baznas RI dan Pimpinan Baznas Provinsi dengan 12 Resolusi Zakat 2021. Lebih lengkap tentang resolusi ini biarlah menjadi pembahasan tersendiri pada kesempatan yang lain. Wallahualam Bishawab.

Penulis

Ace Sumirsa Ali

Wakil Ketua III Baznas Provinsi Banten

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini