Tak Ada Air Bersih, Warga Korban Bencana Seroja di Kupang Minum Air Hujan

Adi Rianghepat, Okezone · Senin 12 April 2021 15:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 12 340 2393310 tak-ada-air-bersih-warga-korban-bencana-seroja-di-kupang-minum-air-hujan-MWNWiwHHqd.jpg Foto: Istimewa

KUPANG - Ratusan warga korban bencana badai seroja di Amfoang Utara, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa mengkonsumi air hujan yang sudah ditampung sebelumnya.

Tidak hanya itu, di beberapa lokasi, warga harus berjalan puluhan kilometer untuk bisa mendapat air dari aliran sungai yang tak juga laik minum.

"Tak ada lagi cara lain bagi kami dan warga di sini untuk bisa penuhi kebutuhan air dalam rumah pasca badai ini," kata seorang warga Amfoang Utara Nobertus Boli Suban.

Dia mengatakan, setelah badai seroja menghantam daerah itu, semua akses tertutup rapat. "Kami pun mulai dilanda kesulitan termasuk mendapatkan air bersih," katanya.

Di tengah kondisi itulah, warga akhirnya mengonsumsi air hujan, yang tertampung sebelum badai itu datang. Tidak hanya itu, warga juga kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok untuk pemenuhan dalam rumah tangga. Semua jalan tertutup. Pemerintah baru kirumkan bantaun sembako Minggu 11 April kemarin menggunakan helikopter.

"Ya, bantuan BNPB, berupa sembako. Ada beras, mie instan dan minyak goreng. Hari ini juga datang lagi bantuan sama," katanya.

Dia menyebut ada 130 kepala keluarga di 4 desa yang sampai saat ini masih terisolir akibat hantaman badai seroja. Meskipun begitu empat desa ini sudah bisa dijangkai dengan helikopter. Terdapat satu desa yang masih sangat tertutup. Itu karena sejumlah kali besar yang melingkari desa itu.

"Ada sekitar 500 kk di desa itu," kata dia.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini