"Luar biasa sekali. Jangankan ikrar, mereka untuk hormat bendera saja enggak mau, yang masih radikal dan masih betul-betul militan tentu luar biasa sekali. Mereka pun melawan dengan kita," ucap Damhari.
Dalam proses ikrar ini, para narapidana tersebut hormat kepada bendera merah putih, membacakan ikrar sembari diambil sumpah dan menandatangi pernyataan di atas materai.
"Satu-satu hormat mencium bendera, tanda tangan, untuk membacakan ikrar, satu orang membacakan sambil disumpah oleh Kemenag dan 33 orang mengikuti. Kami enggak bisa prediksi (kembali radikal atau tidak ke depannya). Tapi paling tidak meyakini dengan mereka berucap ikrar cium bendera, tanda tangan materai sebagai bentuk keikhlasan untuk kembali," tutupnya.
(Qur'anul Hidayat)