Pura-Pura Jadi Dokter Lalu Pesan Daging untuk RS, Pelaku Curi HP Pedagang

Priyo Setyawan, Koran SI · Kamis 15 April 2021 23:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 510 2395471 pura-pura-jadi-dokter-lalu-pesan-daging-untuk-rs-pelaku-curi-hp-pedagang-phMHE3tktT.jpg Dengan bermodus sebagai dokter dan memesan daging, pelaku curi handphone pedagang. (Sindo/Priyo Setyawan)

SLEMAN - Petugas dari Satreskrim Polres Sleman menangkap pelaku pencurian handphone dengan bermodus sebagai dokter yang memesan daging pedagang. Pelaku berinisial EP (48), warga Medan, Sumatera Utara, itu memesan daging itu untuk kebutuhan rumah sakit di Yogyakarta.

Kanit I Satreskrim Polres Sleman, Ipda Leonard Vanangian Hutajulu mengatakan, kasus ini bermula pada awal Januari 2021. EP yang mengaku sebagai dokter salah satu umah sakit di Yogyakarta menghubungi beberapa pedagang daging pasar tradisional di Sleman agar menyediakan daging 40 kg untuk keperluan rumah sakit tempatnya bekerja.

Jika bersedia para pedagang diminta datang ke salah satu hotel di Yogyakarta untuk membuat perjanjian kontrak kerjasama. Sebanyak tujuh pedagang datang ke tempat tersebut. Setelah bertemu, EP meminta handphone pedagang tersebut. Alasannya akan dipasangani GPS agar bisa memantau keberadaan mereka.

EP dengan alasan akan memasang GPS lalu meninggalkan para pedagang tersebut. Namun, setelah ditunggu lama, EP tidak kembali. Merasa ditipu, para pedagang daging itu melapor ke Polres Sleman.

“Total ada lima handphone yang dibawa kabur EP,” kata Leonard, Kamis (15/4/2021).

Petugas menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan penyelidikan. Di antaranya dengan meminta keterangan pelapor dan mengumpulkan data pendukung lain yang berhubungan dengan kasus tersebut. Dari informasi yang didapatkan, diketahui EP berada di daerah Bogor. Polisi lalu menangkapnya dan membawanya ke Mapolres Sleman.

Baca Juga : Gendong Anak, Emak-Emak Ini Nekat Curi Motor di Kosan

“EP kami tangkap di kosnya Ciawi, Jawa Barat, akhir Maret 2021,” ujarnya.

Petugas masih mengembangkan kasus ini. Sebab dari hasil pemeriksaan, EP juga melakukan tindak pidana yang sama di daerah Solo pada 2017. Saat di Solo ia mengaku sebagai anggota Paspampres.

“EP dalam kasus ini dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara,” tuturnya.

EP kepada petugas mengatakan awalnya memesan sayuran dan daging untuk kebutuhan rumah sakit sebagai karyawan. Namun, para pedagang sepertinya tidak percaya. Kemudian ia mengaku sebagai dokter agar mereka percaya.

Baca Juga : Polisi Selidiki Pencurian Uang Rp500 Juta Bermodus Kempis Ban

“Handphone itu saya jual untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini