Bayi di Brasil Meninggal Dunia Akibat Covid-19 Kian Melonjak, Kok Bisa?

Agregasi BBC Indonesia, · Jum'at 16 April 2021 05:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 16 18 2395533 bayi-di-brasil-meninggal-dunia-akibat-covid-19-kian-melonjak-apa-sebabnya-XoNZ5OU5Es.jpg Jessika Ricarte (Foto: BBC)

Dia menjelaskan kepada Jessika bahwa anak-anak jarang terkena Covid-19, memberinya antibiotik, dan mengirimnya pulang. Meskipun Jessika masih khawatir, tidak ada opsi untuk tes mandiri waktu itu.

Jessika mengatakan sebagian gejala Lucas mereda setelah 10 hari diberi antibiotik, namun dia masih kelelahan - dan sang ibu masih khawatir dia terinfeksi coronavirus.

"Saya mengirim beberapa video ke ibu baptisnya, orangtua saya, ibu mertua saya, dan semuanya bilang saya berlebihan, saya harus berhenti menonton berita, dan [virus corona] membuat saya paranoid. Tetapi saya tahu ada yang tidak beres dengan anak saya, dia tidak bernapas dengan normal."

Itu terjadi Mei 2020, dan pandemi virus corona semakin liar. Dua orang telah meninggal di kota Jessika, Tamboril di Ceara, Brasil timur laut. "Semua orang saling mengenal di sini. Seluruh kota syok."

Suami Jessika Israel khawatir bahwa kunjungan ke rumah sakit akan meningkatkan risiko istri dan anaknya terinfeksi virus. Namun minggu-minggu berlalu, dan Lucas menjadi semakin sering mengantuk. Akhirnya, pada 3 Juni, Lucas muntah berkali-kali setelah makan siang, dan Jessika tahu dia harus bertindak.

Mereka kembali ke rumah sakit, dan dokter melakukan tes Covid-19 kepada Lucas, untuk memastikan dia tidak terinfeksi. Ibu baptis Lucas, yang bekerja di sana, memberi tahu Jessika dan suaminya bahwa hasil tes Lucas positif.

"Waktu itu, rumah sakit bahkan tidak punya resusisator," kata Jessika.

Lucas dipindahkan ke unit perawatan intensif pediatri di Sobral, lebih dari dua jam perjalanan jauhnya, tempat dia didiagnosis dengan kondisi yang disebut multi-system inflammatory syndrome (MIS).

Sindrom tersebut disebabkan respons imun ekstrem terhadap virus, yang dapat mengakibatkan inflamasi pada organ vital.

Para pakar mengatakan MIS, yang dapat diderita anak-anak hingga enam pekan setelah mereka terinfeksi virus corona, jarang terjadi, namun epidemiolog Dr. Fatima Marinho dari Universitas Sao Paolo berkata bahwa, selama pandemi, dia menemukan lebih banyak kasus MIS daripada sebelumnya. Meski MIS bukan penyebab semua kematian.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini