Rumah Sementara untuk Korban Bencana Gempa Malang Mulai Dibangun

Lukman Hakim, Koran SI · Minggu 18 April 2021 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 18 519 2396663 rumah-sementara-untuk-korban-bencana-gempa-malang-mulai-dibangun-F7rGKPjXEd.jpg Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meletakkan batu pertam apembangunan bagi korban gempa Malang (Foto : Istimewa)

SURABAYA - Sepekan usai terjadinya gempa berkekuatan 6,1 SR pada Sabtu 10 April 2021, pemerintah mulai melakukan pembangunan rumah sementara di lokasi terdampak gempa yang ada di Desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.

Pembangunan rumah korban gempa tahap awal ini akan dilakukan untuk 14 rumah yang ada di Desa Jogomulyan. Desa ini sendiri merupakan salah satu desa yang cukup terdampak. Keempat belas rumah yang akan dibangun tersebut sebelumnya telah roboh atau rata dengan tanah akibat gempa minggu lalu.

Rencananya, rumah ini akan dibangun sesuai konsep bedah rumah yang ada di Kabupaten Malang sesuai standar dari Kementerian PUPR. Nantinya, pembangunan 14 rumah sederhana ini akan dilakukan oleh Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Malang dibantu oleh aparat TNI/Polri.

Gubernur Khofifah mengatakan bahwa, pembangunan rumah ini segera dikebut terutama bagi masyarakat yang rumahnya rusak berat akibat gempa. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa segera memulai kehidupan normal, sekaligus menghindari kerumunan di pengungsian untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

“Berbagai bantuan yang masuk ke Pemkab Malang tersebut atas inisiasi Pak Bupati Malang segera dilakukan proses percepatan pembangunan rumah korban terdampak gempa," katanya, Minggu (18/4/2021).

Baca Juga : Kasus Pria Ngaku Nabi ke-26, MUI Sudah Komunikasi dengan Kapolri

Pembangunan rumah ini, kata dia, berasal dari dana bantuan ke Pemkab Malang. Diharapkan, pembangunan ini dapat selesai dalam waktu 7-8 hari. Sedangkan untuk bantuan dari BNPB, bila proses validasi selesai akan segera dikirim ke lembaga non kementerian tersebut. "Untuk mempercepat pembangunan rumah, sementara ini aparat TNI/Polri akan diterjunkan untuk membantu proses pembangunan," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Malang, Sanusi mengatakan, pembangunan 14 rumah ini diharapkan bisa segera selesai supaya warga bisa memulai hidup normal kembali. Pembangunan rumah ini dananya berasal dari para donatur dan dermawan yang menyumbang kepada Pemkab Malang.

“Dari kemarin kita mendapat bantuan dari para dermawan sebanyak Rp510 juta dan tadi tambahan dari OJK sebanyak Rp300 juta. Dana ini akan digunakan langsung untuk pembangunan rumah. Nantinya bantuan dari BNPB bisa diteruskan oleh mereka untuk membangun rumah sendiri,” katanya.

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto mengatakan, aparat TNI dan Polri siap membantu kesulitan masyarakat terutama dalam pembangunan rumah akibat dampak gempa ini. Nantinya personil yang diterjunkan baik dari Kodam V Brawijaya, Divisi II Kostrad dan dukungan penuh dari Polda Jatim.

“Ada ribuan personil yang diterjunkan tapi intinya sistemnya kerja dengan tetap memperhatikan moril bahwa ini bulan puasa sehingga sistemnya rolling seminggu sekali,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini