Polisi Selidiki Mayat "Penumpang Gelap' yang Ditemukan di Roda Pendaratan Pesawat

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 21 April 2021 11:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 21 18 2398260 polisi-selidiki-mayat-penumpang-gelap-yang-ditemukan-di-roda-pendaratan-pesawat-P00ey3raYE.jpg "Penumpang gelap" ditemukan di roda pendaratan pesawat (Foto: Mirror)

AMSTERDAM - Polisi sedang menyelidiki mayat seorang pria yang ditemukan di bawah roda pesawat yang mendarat di Bandara Schipol, Amsterdam dari Nigeria.

Pria yang dianggap penumpang gelap ini ditemukan di dalam lengkungan roda pada Senin (19/4) sore di bandara Schiphol.

Daily Star melaporkan pihak berwenang Belanda mengatakan mereka telah melakukan penyelidikan atas identitas pria itu dan penyebab kematiannya.

Kemungkinan dia meninggal karena hipotermia akibat suhu ekstrim yang diterbangkan pesawat selama enam jam 45 menit perjalanan dari Lagos ke Belanda.

Para migran diketahui kerap mencoba dan mencapai Eropa dengan bersembunyi di pesawat terbang, terutama di lengkungan roda.

"Pria itu bersembunyi di lengkungan roda pesawat. Suhu rendah mungkin berakibat fatal baginya selama penerbangan,” terang seorang juru bicara Kerajaan Belanda Marechaussee.

(Baca juga: Kepergok Ciuman di Mobil Patroli, Dua Polisi Minta Maaf)

Jika mereka selamat dari perjalanan yang sangat berbahaya, mereka kemudian dapat mencoba dan mengklaim suaka.

Dalam kasus serupa, seorang anak laki-laki, 16, dari Kenya bersembunyi di roda pendaratan pesawat yang terbang ke bandara Maastricht Aachen dari London, pada Februari lalu.

Dia selamat namun harus dirawat di rumah sakit karena hipotermia parah. Dia pun kemudian mengajukan status suaka.

Sebelumnya, seorang pria misterius jatuh dari langit di London selatan dan mayatnya ditemukan di taman Clapham. Dia bersembunyi di roda pendaratan penerbangan Kenya Airways ke Heathrow.

(Baca juga: Polisi Malaysia Tangkap 2 Tersangka Penyiksa PRT WNI)

Sementara itu, menurut pedoman Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) UNHCR, pencari suaka yang kabur harus dilindungi dari pemulangan paksa ke negara asalnya karena mereka berada dalam situasi yang sangat rentan yang membutuhkan perlindungan internasional dan solusi yang tahan lama.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini