Covid-19 "Mengganas", Harga Tiket Pesawat Melonjak, Orang Kaya India Sewa Jet Pribadi

Susi Susanti, Koran SI · Sabtu 24 April 2021 13:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 24 18 2400087 covid-19-mengganas-harga-tiket-pesawat-melonjak-orang-kaya-india-sewa-jet-pribadi-Yma639utXD.jpg Harga tiket pesawat melonjak, orang kaya India sewa jet pribadi tinggalkan India (Foto: AP)

MUMBAI - Harga tiket pesawat melonjak dan permintaan jet pribadi melonjak pada Jumat (23/4) ketika orang kaya India bergegas meninggalkan India untuk menghindari lonjakan Covid-19 sebelum penerbangan ke Uni Emirat Arab (UEA) ditutup.

Semua penerbangan dari UEA ke India - salah satu koridor udara tersibuk di dunia - akan ditangguhkan mulai Minggu (25/4) karena kasus virus korona di negara Asia Selatan itu mencapai rekor tertinggi dan rumah sakit dibanjiri pasien Covid-19.

Situs perbandingan harga menunjukkan penerbangan komersial satu arah dari Mumbai ke Dubai pada Jumat (23/4) dan Sabtu (24/4) menelan biaya sebanyak USD1.000(Rp14,5 juta), sekitar 10 kali lipat dari tarif biasa.

Tiket untuk rute New Delhi ke Dubai harganya lebih dari 50.000 rupee (Rp9,6 juta), lima kali lipat dari harga normal.

(Baca juga: Perpustakaan Jalanan Semarakkan Ramadhan di Irak)

Tidak ada tiket yang ditawarkan mulai Minggu (25/4) ketika penangguhan penerbangan selama 10 hari mulai berlaku.

Juru bicara perusahaan charter Air Charter Service India mengatakan kepada AFP, untuk jumlah jet pribadi "benar-benar gila”.

"Kami memiliki 12 penerbangan menuju Dubai besok dan setiap penerbangan sepenuhnya penuh," kata jurubicara itu.

"Saya telah menerjunkan hampir 80 pertanyaan untuk terbang ke Dubai hari ini saja," terang juru bicara Enthrall Aviation, penyedia lain.

(Baca juga: Sekjen PBB: Planet Bumi di Ambang Kehancuran)

"Kami telah meminta lebih banyak pesawat dari luar negeri untuk memenuhi permintaan. Biayanya USD38.000 (Rp551 juta) untuk menyewa jet 13 tempat duduk dari Mumbai ke Dubai, dan USD31.000 (Rp450 juta) untuk menyewa pesawat enam tempat duduk," lanjutnya.

"Orang-orang membuat kelompok dan mengatur untuk berbagi jet kami hanya untuk mendapatkan tempat duduk ... Kami memiliki beberapa pertanyaan tentang Thailand tetapi sebagian besar permintaannya adalah ke Dubai,” urainya.

Menurut media lokal, sekitar 300 penerbangan komersial seminggu biasanya beroperasi antara UEA dan India.

UEA adalah rumah bagi sekitar 3,3 juta orang India yang merupakan sepertiga dari populasi - kebanyakan dari mereka di Dubai, salah satu dari tujuh emirat yang membentuk federasi.

Otoritas Penerbangan Sipil Umum UEA mengatakan mereka yang datang dari India melalui negara lain harus tinggal di tujuan ketiga itu setidaknya selama 14 hari.

Warga negara UEA dan penumpang jet pribadi dibebaskan dari persyaratan itu. Penerbangan kargo tidak terpengaruh.

Pada Jumat (23/4), larangan kedatangan ke Inggris dari India juga diberlakukan, kecuali untuk warga negara Inggris dan Irlandia atau warga negara ketiga dengan hak tinggal.

Sementara itu, penerbangan satu arah dari Mumbai atau Delhi ke London pada Jumat (23/4) dihargai antara 100.000 rupee (Rp19 juta) dan 150.000 rupee (Rp29 juta), setidaknya dua kali lipat dari tarif biasa saat memesan dalam waktu singkat.

Sedangkan kursi di rute ke Amerika Serikat (AS) masih tersedia tetapi dengan harga yang jauh lebih tinggi, dalam beberapa kasus hampir dua kali lipat dari tarif normal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini