Cerianya Anak-Anak Korban Badai Seroja NTT saat Ikut Trauma Healing Gerkindo

Stefanus Dile Payong, iNews · Senin 26 April 2021 15:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 26 340 2400951 cerianya-anak-anak-korban-badai-seroja-ntt-saat-ikut-trauma-healing-gerkindo-g40g8JHuiQ.jpg Anak korban badai Seroja NTT sedang mengikuti kegiatan trauma healing Gerkindo bekerja sama dengan Wahana Peduli Indonesia (Foto: Stefanus Dile Payong)

MALAKA - Anak-anak dan ibu korban badai Seroja Nusa Tenggara Timur (NTT) tampak ceria saat mengikuti trauma healing yang digelar Gerakan Kasih Indonesia (Gerkindo) bekerja sama dengan Wahana Peduli Indonesia. 

Mereka diajak bermain dan bernyanyi bersama serta dibagikan hadiah kepada anak-anak yang mampu memenangkan berbagai permainan atau game saat trauma healing. Anak-anak Desa Motaulun, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka itu terlihat riang seakan melupakan duka bencana yang menerpa mereka.

Baca Juga:  Gerkindo Berikan Trauma Healing bagi Ibu dan Anak Korban Badai Seroja NTT

Kegiatan trauma healing ini terpusat di gereja GSJA Haleluya di Desa Motaulun. Dikarenakan rumah tempat tinggal warga sudah tidak bisa ditempati lagi karena ditimbun endapan lumpur setinggi 1 meter .

Natalia R Ginting, salah seorang relawan mengatakan, tim Gerkindo bersama dengan Wahana Peduli Indonesia melaksanakan trauma healing guna pemulihan kondisi psikologis para korban bencana. Dengan adanya trauma healing ini diharapkan mereka bisa kembali ceria, dan tidak selalu teringat akan apa yang pernah mereka alami hingga bisa mengganggu pikirannya.

"Kenapa dilakukan karena anak-anak perlu pemulihan pasca-badai Seroja mereka perlu pemulihan jiwa, pemulihan hati, mereka perlu sukacita. Trauma healing sangat diperlukan ketika badai bencana terjadi di kota ini," ujar Natalia, Senin (26/4/2021).

Baca Juga:  Gerkindo NTT Berikan Santunan ke Korban Banjir NTT yang Mengungsi ke Gereja

Usai melaksanakan bimbingan trauma healing, anak anak mendapatkan buku cerita untuk dibawa pulang ke rumah agar bisa dibaca. Meskipun kini, badai sudah berlalu namun warga masih mengalami kesulitan dikarenakan endapan lumpur setinggi 1 meter masih menggenangi pemukiman warga.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini anak-anak dan juga orang dapat bisa bangkit dan melupakan tentang tragedi yang terjadi meluluhlantahkan daerah Kabupaten Malaka.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini