Gerkindo Berikan Trauma Healing bagi Ibu dan Anak Korban Badai Seroja NTT

Stefanus Dile Payong, iNews · Senin 26 April 2021 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 26 340 2400940 gerkindo-berikan-trauma-healing-bagi-ibu-dan-anak-korban-badai-seroja-ntt-hentLFC9Y4.jpg Gerkindo gelar trauma healing untuk ibu dan anak korban badai Seroja NTT (Foto: Stefanus Dile Payong)

MALAKA - Gerakan Kasih Indonesia (Gerkindo) bekerja sama dengan Wahana Peduli Indonesia menggelar trauma healing kepada sejumlah korban bencana. Mereka tempat tinggalnya rusak berat hingga tinggal di tempat sisa sisa puing bangunan rumah yang masih diselamatkan.

Warga tersebut ada di Desa Motaulun, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Adapun digelarnya trauma healing untuk memulihkan mental psikologis para korban bencana terjangan badai Seroja di NTT.

Baca Juga:  Senyum Bahagia Korban Banjir NTT Menerima Bantuan dari Gerkindo

Kegiatan trauma healing yang dipusatkan di gereja GSJA Haleluya. Sasarannya para ibu dan anak-anak yang dianggap mudah mengalami stres berkepanjangan.

Salah satu relawan, Natalia R Ginting mengatakan, hari ini tim Gerkindo bersama dengan Wahana Peduli Indonesia melaksanakan trauma healing guna pemulihan kondisi psikologis para korban bencana. Dengan adanya trauma healing ini diharapkan mereka bisa kembali ceria, dan tidak selalu teringat akan apa yang pernah mereka alami hingga bisa mengganggu pikirannya.

"Kenapa dilakukan karena anak-anak perlu pemulihan pasca-badai Seroja mereka perlu pemulihan jiwa, pemulihan hati, mereka perlu sukacita. Trauma healing sangat diperlukan ketika badai bencana terjadi di kota ini," ujar Natalia, Senin (26/4/2021).

Baca Juga:  Gerkindo Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir Bandang di Malaka NTT

Usai melaksanakan bimbingan trauma healing, anak anak mendapatkan buku cerita untuk dibawa pulang ke rumah agar bisa dibaca. Meskipun kini, badai sudah berlalu namun warga masih mengalami kesulitan dikarenakan endapan lumpur setinggi 1 meter masih menggenangi pemukiman warga.

Sebagian besar rumah yang ambruk hingga kini belum juga dapat diperbaiki. Sangat diharapkan dengan adanya kegiatan ini anak-anak dan juga orang dapat bisa bangkit dan melupakan tentang tragedi yang terjadi meluluhlantahkan daerah Kabupaten Malaka.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini