TANGERANG SELATAN - Seorang pria berinisial SM, dilaporkan menceburkan diri ke dalam danau buatan, di lingkungan RT 09/04, Keranggan, Setu, Tangerang Selatan. Hingga kini, korban masih belum ditemukan keberadaannya.
Kapolsek Cisauk AKP Fahad H membenarkan, adanya peristiwa itu. Namun, pihaknya masih akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu untuk memastikan kronologis kejadian tersebut. Termasuk, mencari keterangan lebih lanjut di lapangan.
"Betul ada kejadian tersebut. Untuk kronologi masih dalam penyelidikan dan pendalaman keterangan dari saksi-saksi dan fakta di lapangan. Masih dalam penyelidikan dan pendalaman," kata Fahad, kepada Sindonews di lokasi, Selasa (27/4/2021).
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Cisauk Iptu Margana menambahkan, hingga kini pihaknya masih melakukan pencarian korban yang tenggelam. Petugas gabungan dari Basarnas pun telah ikut diterjunkan di dalam mencari keberadaan korban.
"Masih dalam pendalaman kalau itu, kita belum bisa menyampaikan. Jadi yang jelas ketakutan, lari, kemudian nyebur ke bekas galian pasir. Masih dalam pencarian dari tadi malam sampai jam 3, dari Basarnas, gabungan, belum ketemu," ungkapnya.
Rumor yang berkembang di lapangan, korban diduga terlibat di dalam jaringan pengedar narkoba. Saat digerebek petugas gabungan dari BNN, melarikan diri dan menceburkan diri ke dalam danau. Namun, sejauh mana kebenaran rumor itu, belum dipastikan.
"Masih pendalaman semua, karena kalau digrebek, siapa yang gerebek juga kita belum tahu, kita saja yang berjibaku dari semalam belum tahu sampai sekarang. Saya belum berani ngomong itu, apakah pelaku kriminal atau bukan, terlalu dini," paparnya.
Namun, berdasarkan informasi yang terhimpun di lapangan, diketahui korban lari dari rumahnya hanya memakai celana dalam saja. Saat itu, korban sempat bertemu warga dan diberi kaus, tapi kabur lagi.
"Dia lari dari rumah itu cuma pakai celana daleman. Kemudian dibantu warga, dikenali oleh warga, karena dikira maling. Sempat dikasih kaos dan dikasih minum. Cuma apakah karena paranoid atau apa, dia kemudian nyebur ke galian pasir itu," pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)