Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketika Presiden Jokowi Bersedih Melihat Foto-foto Prajurit KRI Nanggala 402 yang Gugur

Fahreza Rizky , Jurnalis-Kamis, 29 April 2021 |13:08 WIB
 Ketika Presiden Jokowi Bersedih Melihat Foto-foto Prajurit KRI Nanggala 402 yang Gugur
Presiden Joko Widodo (foto: Biro Kepresidenan)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak bisa menyembunyikan kesedihannya, saat bertemu dengan keluarga awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang gugur di perairan utara Bali.

Dalam pertemuan di Lanudal Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, itu, foto-foto prajurit yang gugur tersebut dipasang.

"Suasana duka masih terasa di Hanggar Lanudal Juanda pagi ini. Saya melihat foto para patriot, juga merasakan kesedihan para istri, anak, dan keluarga awak KRI Nanggala 402 yang saya temui," ucapnya melalui akun Twitter @jokowi, Kamis (29/4/2021).

Baca juga:  Bertemu Keluarga Prajurit KRI Nanggala 402, Jokowi Janjikan Beasiswa hingga Rumah

Presiden Jokowi

Jokowi mendoakan agar arwah para patriot tersebut mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya serta diampuni segala dosa-dosanya.

"Untuk pengabdian 53 prajurit tersebut, negara memberi penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat serta tanda kehormatan Jalasena Nararya dan menjamin pendidikan bagi putra putri yang ditinggalkan. Untuk keluarga, pemerintah akan membangunkan rumah di lokasi yang mereka inginkan," terang Jokowi.

Baca juga:  Penuh Haru, Jokowi Terbata-bata saat Sampaikan Pesan ke Keluarga Awak KRI Nanggala 402

Dalam kunjungan ini, Jokowi ditemani Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen TNI Agus Subiyanto, dan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Kapal selam KRI Nanggala-402 tenggelam di kedalaman lebih dari 750 meter di perairan pulau Bali saat sedang latihan. Sebanyak 53 awak kapal gugur. Berhari-hari segala kekuatan dikerahkan untuk mencari dan mengevakuasi bangkal kapal selam buatan Jerman tersebut.

TNI Angkatan Laut berkeyakinan KRI Nanggala tenggelam bukan disebabkan faktor human error, melainkan karena faktor alam.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement