Epa, Anak Gizi Buruk Asal Pandeglang yang Butuh Perhatian Pemerintah

Dita Angga R, Sindonews · Jum'at 30 April 2021 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 340 2403546 epa-anak-gizi-buruk-asal-pandeglang-yang-butuh-perhatian-pemerintah-Rp72LURb6f.jpg Foto: istimewa

JAKARTA - Nasib pilu dialami Epa seorang anak asal Kampung Cidahu, Desa Tanjungan, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang. Di usianya 10 tahun, Epa memiliki fisik sanga kurus

Ketua Yayasan Respek Peduli Indonesia Ima Humairo menyebut bahwa Epa merupakan anak gizi buruk. “Gizi buruk, usia 10 tahun berat badan 12 kilogram,” katanya saat dihubungi, Jumat (30/4/2021).

Ima pun menceritakan kronologi pertemuannya dengan Epa. Dia mengaku bertemu Epa di RSUD Malingping. Kemudian Epa saat ini telah ke RSUD Adjidarmo dan sedang perbaikan kondisi umum.

“Awal ketemu, anak ini kulitnya pecah-pecah terutama di bagian kepala, bibir kering bengkak, kaki bengkak, tidak bisa jalan, HB 6,” ungkapnya.

Baca juga: Zaman Sudah Maju, Anak-Anak Indonesia Masih Ada yang Kekurangan Yodium

Sebelumnya pihaknya membantu untuk memfasilitasi kebutuhan darah di luar BPJS yang harus diambil ke PMI Jakarta. Pihaknya juga yang memproses rujukan dan terus melakukan pendampingan di RSUD Adjidarmo.

Baca juga: Presiden Jokowi Tunjuk Hasto Pimpin Program Percepatan Penurunan Stunting

“Yang terpenting edukasi orangtua Epa agar semangat terus maju pengobatan hingga tuntas,” katanya.

Menurutnya, perangkat desa juga baru tahu bahwa Epa sakit. Dia mengatakan bahwa orang tua Epa yang berprofesi sebagai petani tersebut kurang paham dengan kondisi anaknya.

“Dalam waktu 1,5 tahun apakah pihak Dinkes Pandeglang tak tahu dan tak melakukan apa-apa?,” ujarnya.

Ima berharap agar jangan ada anak-anak lain yang mengalami hal seperti epa. Dia minta agar ada sinergi pemerintah dan relawan dalam mengatasi gizi buruk.

“Harapan kami, jangan sampai ada lagi Epa yang lain. Dengan sinergi pihak pemerintah, relawan dan masyarakat, soal semacam ini harusnya tidak terjadi. Di negeri kita yg subur, masih ada anak seperti hidup di Gaza,” pungkasnya.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini