KRI Nanggala 402: Bertugas di Keabadian

Opini, Okezone · Senin 03 Mei 2021 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 03 58 2404880 kri-nanggala-402-bertugas-di-keabadian-DjGURVc2BO.jpg KRI Nanggala 402.(Foto:Dok Okezone)

HARI INI (25/4/2021) pada pukul 17.00 WIB, Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL), Laksamana Yudo Margono dan Kepala Kepolisian RI (KAPOLRI) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo telah melakukan konferensi pers terkait dengan hilangnya KRI Nanggala (402) sejak hari Rabu (21/04) yang lalu.

Pada kesempatan ini, Panglima TNI bersama KASAL dan KAPOLRI menjelaskan terkait dengan ditemukannya KRI Nanggala (402) pada kedalaman 800m.

Selain itu, pada konferensi ini KASAL menyatakan bahwa KRI Nanggala (402) telah ditemukan dalam keadaan pecah menjadi tiga bagian. Berdasarkan hasil ini, sudah keputusan tepat KASAL menaikkan status KRI Nanggala (402) dari SUBMISS (Submarine Missing, Kapal Selam Hilang) menjadi SUBSUNK (Submarine Sunk, Kapal Selam Tenggelam) sehari sebelumnya (24/04).

Selang sehari sebelumnya, KASAL mengumumkan ditemukannya beberapa barang yang diduga berasal dari KRI Nanggala (402) antara lain berupa sebuah stabilizer dari tabung peluncur torpedo (torpedo tubes), pembungkus pipa pendingin dengan tulisan Bahasa Korea, gemuk (grease) yang digunakan untuk melumasi periskop, selembar sajadah, dan busa penahan panas, di luar bahan bakar diesel yang mengapung lebih dahulu.

Keenam objek ini, selain dipresentasikan oleh KASAL, juga dikonfirmasi oleh salah satu mantan kru KRI Cakra (401) yang merupakan saudara kembar dari KRI Nanggala (402).

Selama bertugas, kiprah KRI Nanggala (402) sebagai alutsista strategis TNI AL sudah tidak perlu diragukan lagi. Sejak bergabung dengan TNI AL pada tahun 1981, KRI Nanggala (402) sudah rutin menjadi ujung tombak TNI AL pada saat menjalani latihan tempur.

Puncak kiprah KRI Nanggala (402) sendiri terjadi pada tahun 2003, terutama pada saat sengketa wilayah Kepulauan Ambalat antara Indonesia dengan Malaysia.

Pada saat itu, KRI Nanggala (402) ditugaskan untuk berpatroli di perairan di sekitar Kepulauan Ambalat, dan kehadiran KRI Nanggala (402) pada saat itu menjadi salah satu faktor utama yang menggetarkan Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) untuk tidak masuk lebih jauh ke perairan di sekitar Kepulauan Ambalat.

Dalam dunia pengoperasian kapal selam, kapal selam yang dinyatakan SUBSUNK tidak hanya dipandang sebagai kapal yang tenggelam bersama krunya.

Kapal selam yang tenggelam adalah kapal-kapal yang sedang menjalankan tugas patroli terakhirnya, dan patroli yang dijalankannya adalah patroli laut abadi.

Sekarang, KRI Nanggala (402) menjadi bagian dari kapal selam yang berpatroli di keabadian. Terima kasih atas jasa-jasamu di dunia, KRI Nanggala (402). Selamat berpatroli di keabadian. Fair winds and following seas. KRI Nanggala (402): On Eternal Patrol.

Indonesia Defence Watch

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini