Roket 20 Ton Milik China Ancam Hantam AS

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 04 Mei 2021 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 18 2405279 roket-20-ton-milik-china-ancam-hantam-as-Wmud2MISQ1.jpg Roket The Long March 5B (Foto: Yan Miaojin/Avalon)

CHINA - China berhasil meluncurkan modul kunci dari stasiun luar angkasa barunya. Namun kendaraan seberat 20 ton yang mengirimkannya ke orbit tampaknya akan jatuh kembali ke Bumi dalam pendaratan yang "tidak terkendali" yang dapat membuatnya mendarat di mana saja antara Amerika Utara dan Selandia Baru.

Pakar antariksa mengkritik badan antariksa China karena booster "Long March" seberat 20 ton dilaporkan bisa menabrak Bumi hampir di mana saja di antara New York dan Chile selatan.

Diketahui, roket Long March 5B membawa modul Tianhe 22,5 metrik ton ke orbit bumi yang stabil pada Kamis (29/4) lalu. Tapi roket masif itu sendiri kini berada dalam orbit yang memburuk di sekitar Bumi. Menurut beberapa pengamat darat, roket itu bisa jatuh di luar kendali.

Tidak seperti kebanyakan roket tahap pertama yang dapat dibuang, Long March dirancang, untuk mencapai kecepatan orbit bersama dengan muatannya. Itu berarti entri ulangnya kurang dapat diprediksi.

Setelah penggunaan tahap inti Long March sebelumnya, Administrator NASA Jim Bridenstine mengkritik badan antariksa China.

"Tampaknya peluncuran itu berhasil, sampai kami mulai mendapatkan informasi tentang masuknya kembali badan roket, yang benar-benar berbahaya masuk kembali,” terangnya.

“Roket itu terbang di atas pusat populasi dan masuk kembali ke atmosfer bumi,” lanjutnya.

(Baca juga: Ledakan Bom Parsel Tewaskan 5 Orang, Termasuk Anggota Parlemen Myanmar)

“Itu bisa sangat berbahaya. Kami sangat beruntung dalam arti tidak menyakiti siapa pun,” terangnya.

Di antara potongan-potongan puing dari peluncuran itu yang selamat masuk kembali adalah pipa logam dengan panjang lebih dari 9 meter. NASA mengatakan pipa itu masuk kembali hanya 30 menit sebelumnya, dan bisa mengakibatkan puing-puing mendarat di tanah AS.

Holger Krag, kepala Kantor Program Keamanan Antariksa untuk Badan Antariksa Eropa, mengatakan bahwa sulit untuk memperkirakan berapa banyak booster seberat 20 ton yang akan sampai ke tanah, tetapi “aturan praktis 'yang masuk akal adalah sekitar 20 -40% dari massa kering asli. "

Tujuan akhir roket terbaru ini hampir mustahil untuk diprediksi.

(Baca juga: Irak Larang Acara TV "Prank" Teror)

Pada kecepatan saat ini yakni 16.000 meter per jam, dibutuhkan hanya 90 menit untuk mengelilingi globe, sehingga variasi kecil dalam waktu masuk kembali dapat diterjemahkan ke jarak ribuan mil.

Jonathan McDowell, astronom di Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics. mengatakan kepada SpaceNews bahwa peluncuran Long March 5B sebelumnya telah menghasilkan entri ulang tak terkendali terbesar dan paling berbahaya sejak 1980-an.

"Tahap inti Long March 5B tujuh kali lebih masif daripada tahap kedua Falcon 9 yang menyebabkan banyak perhatian pers beberapa minggu lalu ketika memasuki kembali di atas Seattle dan membuang beberapa tangki tekanan ke negara bagian Washington," katanya.

Dia mengatakna China telah tidak bertanggung jawab dalam membiarkan roket itu jatuh kembali ke bumi dengan cara ini.

“Saya pikir menurut standar saat ini tidak dapat diterima untuk membiarkannya masuk kembali tanpa kendali," terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini