Ledakan Bom Parsel Tewaskan 5 Orang, Termasuk Anggota Parlemen Myanmar

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 04 Mei 2021 10:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 18 2405244 ledakan-bom-parsel-tewaskan-5-orang-termasuk-anggota-parlemen-myanmar-vu3Ex9DjM8.jpg Demonstrasi di Kota Hlaing, Myanmar, 2 Mei 2021. (Foto: Reuters)

YANGON - Ledakan dari setidaknya satu bom parsel di Myanmar telah menewaskan lima orang. Seorang anggota parlemen yang digulingkan dan tiga petugas polisi yang telah bergabung dengan gerakan pembangkangan sipil menentang kekuasaan militer, termasuk di antara korban yang tewas, demikian dilaporkan media pada Selasa (4/5/2021).

Sejak pemerintah terpilih yang dipimpin oleh peraih Nobel Aung San Suu Kyi digulingkan dalam kudeta pada 1 Februari, Myanmar telah menyaksikan peningkatan jumlah ledakan kecil di daerah pemukiman, dan terkadang menargetkan kantor pemerintah atau fasilitas militer.

BACA JUGA: Lancarkan Serangan Udara, Helikopter Militer Myanmar Ditembak Jatuh

Menurut laporan Myanmar Now mengutip keterangan penduduk, ledakan terbaru terjadi di sebuah desa di bagian tengah selatan Myanmar di Bago Barat dan terjadi sekira pukul 5 sore pada Senin (3/5/2021),

Tiga ledakan dipicu ketika setidaknya satu bom parsel meledak di sebuah rumah di desa itu, menewaskan seorang anggota parlemen dari partai Liga Nasional Demokrasi (NLD) Suu Kyi, serta tiga petugas polisi dan seorang penduduk, kata laporan itu sebagaimana dilansir Reuters.

Petugas polisi lain yang terlibat dalam gerakan pembangkangan sipil juga terluka parah setelah lengannya putus akibat ledakan itu, kata penduduk tersebut. Dia telah dirawat di rumah sakit dan menerima perawatan.

BACA JUGA: Pertempuran Makin Sengit, Ribuan Penduduk Desa Myanmar Mengungsi ke Thailand

Reuters tidak dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen dan seorang juru bicara militer tidak menjawab panggilan telepon untuk meminta komentar.

Kekerasan telah meningkat sejak kudeta, dengan ratusan orang dilaporkan terbunuh oleh pasukan keamanan yang mencoba memadamkan protes pro-demokrasi di kota-kota dan pedesaan. Milisi etnis juga mendukung oposisi terhadap junta, dan militer memerangi kelompok-kelompok ini di pinggiran Myanmar.

Pada Senin, Tentara Kemerdekaan Kachin (KIA), sebuah kelompok pemberontak etnis, mengatakan telah menembak jatuh sebuah helikopter militer saat pertempuran di wilayah perbatasan utara dan timur negara itu meningkat.

Media domestik juga melaporkan bahwa seorang administrator lokal yang ditunjuk junta telah ditikam hingga tewas di kota utama, Yangon.

Polisi dan militer tidak menanggapi permintaan komentar.

Kelompok advokasi Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) mengatakan pasukan keamanan telah menewaskan sedikitnya 766 warga sipil sejak kudeta. Junta membantah angka tersebut dan mengatakan setidaknya 24 anggota pasukan keamanan telah tewas selama protes. Banyak wartawan termasuk di antara ribuan orang yang ditahan.

Junta mengatakan mereka harus merebut kekuasaan karena keluhannya atas kecurangan dalam pemilihan November yang dimenangkan oleh partai Suu Kyi tidak ditangani oleh komisi pemilihan yang menganggap pemilu itu adil.

Suu Kyi, (75), telah ditahan sejak kudeta bersama dengan banyak anggota partainya. AAPP mengatakan lebih dari 3.600 orang saat ini ditahan karena menentang militer.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini