Tolak Lurah Gajahan Dicopot, Warga Protes ke Wali Kota Solo

Solopos.com, · Selasa 04 Mei 2021 05:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 04 512 2405137 tolak-lurah-gajahan-dicopot-warga-protes-ke-wali-kota-solo-1my2DL6OD6.jpg Wali Kota Solo Gibran Rakabuming (Foto: Dok Okezone)

SOLO - Sejumlah warga Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, menolak keputusan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, yang mencopot Lurah Gajahan, Suparno yang terbukti meminta pungutan liar (pungli) ke pedagang.

Warga pun memprotes keputusan Gibran tersebut memasang spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Suparno di pagar Kantor Kelurahan Gajahan. Para warga juga berencana akan menemui Gibran untuk meminta supaya Suparno dapat bertugas kembali.

Kemudian sejumlah pemuda setempat mengumpulkan tanda tangan warga sebagai bentuk dukungan kepada Suparno. Puluhan warga turut menandatangani spanduk.

Saat ini spanduk tersebut sudah tidak terpasang di kantor kelurahan setelah dicopot petugas. Salah seorang warga, Joko Purwanto mengatakan bahwa sejumlah pemuda meminta dukungan dengan membawa spanduk untuk ditandatangani ke rumah-rumah warga.

"Soalnya orangnya baik kepada masyarakat. Masalah pungutan saya enggak pati anu. Tapi tahu-tahu ada pemecatan. Masyarakat enggak terima," kata dia yang juga sebagai Ketua RT 001 RW 005 Gajahan, Selasa (4/5/2021).

Baca juga: Gibran Pecat Lurah Gajahan Terkait Pungli Zakat

Menurut dia, warga sekitar tidak tahu adanya pungutan liar yang dilakukan linmas dengan tanda tangan lurah setempat. "Sebenarnya Pak Lurah dua kali enggak mau teken. Tapi Ketua LPMK teken kan mau enggak mau teken," paparnya.

Dia menjelaskan pencopotan jabatan menjadi sandungan bagi Lurah Gajahan. Dia mengklaim lurah sering mau menombok untuk biaya mengurus sampah.

Baca juga: Tangkap Basah Pungli THR, Gibran Kembalikan Uang pada Pemilik Toko

Ia menambahkan, warga RW 007 Kelurahan Gajahan akan menemui Gibran dengan membawa tanda tangan warga. Warga berharap Suparno bisa melanjutkan tugas sebagai Lurah Gajahan.

Sementara itu, Suparno menjelaskan mengambil hikmah atas pencopotan jabatan yang dia alami. Dia tidak mendukung atas upaya dukungan warga kepadanya.

"Warga ya nggak apa-apa. Bekerja bisa saja salah bisa benar. Pun mboten [tidak menyayangkan pencopotan]. Saya salah," kata dia.

Baca juga: Diduga Terima Pungli, Wali Kota Bobby Nasution Copot Lurah dan Sejumlah Pejabat

Saat diminta konfirmasi apakah ada unsur paksaan saat diminta tanda tangan atau tidak. Dia menjawab untuk meminta konfirmasi ke dinas terkait.

"Saya inginnya kondusif. Semua bisa bekerja dengan baik," paparnya.

Baca juga: Ini Penampakan Surat FBR Meminta Jatah THR ke Pedagang Ciputat

Camat Pasar Kliwon, Ari Dwi Daryatmo meminta warga menyampaikan aspirasi dengan surat resmi supaya lebih terarah. Dia khawatir pemakaian spanduk bisa ditunggangi orang yang tidak bertanggung jawab.

"Ada beberapa MMT yang dipasang pemuda-pemuda di sana [warga Gajahan] intinya dengan adanya kejadian kemarin butuh kejelasan. Kami kumpulkan dan memberikan informasi mulai dari awal sampai akhir sehingga mereka menerima untuk menyampaikan aspirasi yang lebih terarah," ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini