AS Prihatin Bentrokan di Yerusalem

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 11 Mei 2021 08:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 11 18 2408804 as-prihatin-bentrokan-di-yerusalem-PDe1XSwMqm.jpg Bentrokan di Yerusalem (Foto: Reuters)

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) menyatakan "keprihatinan serius" tentang kekerasan di Yerusalem ketika polisi Israel kembali menindak pengunjuk rasa yang menentang pengusiran paksa keluarga Palestina dari lingkungan Sheikh Jarrah yang diduduki di Yerusalem Timur.

Gedung Putih prihatin dengan bentrokan di Yerusalem dan meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.

"Kami terus memantau kekerasan di Israel," kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki kepada wartawan, Senin (10/5).

Melalui sebuah pernyataan, Gedung Putih mengatakan Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengungkapkan "keprihatinan serius" tentang kekerasan di Yerusalem dalam beberapa hari terakhir dalam panggilan telepon pada hari Minggu dengan mitranya dari Israel.

"Mr Sullivan juga menegaskan kembali keprihatinan serius Amerika Serikat tentang potensi penggusuran keluarga Palestina dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah," kata Gedung Putih yang membacakan hasil percakapan antara Sullivan dan Penasihat Keamanan Nasional Israel Meir Ben-Shabbat.

(Baca juga: Bentrokan di Yerusalem, 29 Anak Palestina Terluka, 8 Ditangkap)

"Mereka sepakat bahwa peluncuran serangan roket dan balon pembakar dari Gaza ke Israel tidak dapat diterima dan harus dikutuk," Gedung Putih menambahkan.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menyebut serangan roket ke Israel sebagai "eskalasi yang tidak dapat diterima."

Situasi yang sedang berlangsung adalah salah satu krisis kebijakan luar negeri pertama yang dihadapi pemerintahan Presiden Joe Biden sejauh ini.

Kecaman dari Washington INI datang ketika Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan sedikitnya 17 orang, termasuk satu paramedis Palestina, terluka selama demonstrasi damai di Yerusalem Timur pada Minggu malam.

(Baca juga: Bentrokan di Yerusalem, Pohon Terbakar di Kompleks Masjid Al-Aqsa)

Seperti diketahui, ketegangan meningkat di Yerusalem, Tepi Barat yang diduduki dan Gaza sepanjang bulan suci Ramadhan, di tengah kemarahan yang meningkat tentang potensi pengusiran paksa keluarga Palestina di Sheikh Jarrah, di tanah yang diklaim oleh pemukim ilegal Yahudi.

Setidaknya 90 warga Palestina terluka pada Sabtu (8/5) selama tindakan keras polisi Israel terhadap pengunjuk rasa di luar Kota Tua Yerusalem. Lalu 200 warga Palestina lainnya terluka pada Jumat (7/5) ketika pasukan Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa.

(sst)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini