Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kronologi Penangkapan Bupati Nganjuk Terkait Kasus Suap

Raka Dwi Novianto , Jurnalis-Selasa, 11 Mei 2021 |05:51 WIB
Kronologi Penangkapan Bupati Nganjuk Terkait Kasus Suap
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan kronologi operasi tangkap tangan (OTT) yang telah mentersangkakan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat (NRH) kasus suap jual beli jabatan di Pemerintahan Kabupaten Nganjuk.

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar menjelaskan awal mulanya, OTT dilakukan pada Minggu, 9 Mei 2021. Tim Gabungan KPK dan Bareksrim Mabes Polri mendapatkan informasi akan adanya penyerahan uang oleh pihak-pihak terkait dengan proses pengisian jabatan perangkat desa dan camat di jajaran Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

"Tim Gabungan kemudian menindaklanjuti dan selanjutnya mengamankan 4 orang camat di wilayah Kabupaten Nganjuk beserta barang bukti uang," ujar Lili dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Senin (10/5/2021).

Baca Juga:  Jual Beli Jabatan, Bupati Nganjuk Patok Tarif Rp10 Juta hingga Rp150 Juta

Setelah dilakukan permintaan keterangan itu, kata Lili, diperoleh fakta bahwa dugaan penerimaan sejumlah uang dimaksud dikumpulkan atas arahan Bupati Nganjuk. Tim Gabungan juga menemukan fakta adanya beberapa dugaan para camat telah menyerahkan sejumlah uang kepada Bupati Nganjuk melalui ajudannya;

"Selanjutnya Tim Gabungan KPK dan Bareskrim Mabes Polri mengamankan Bupati Nganjuk untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Lili.

"Untuk efektifitas dan percepatan maka penyelesaian perkara akan dilanjutkan oleh Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri," tambahnya.

Baca Juga:  Bupati Nganjuk Dibawa ke Jakarta, Kasusnya Diekspose Selasa Pagi

KPK, lanjut Lili, akan melakukan supervisi sesuai dengan kewenangan yang dimiliki KPK. Sinergi Antar Aparat penegak Hukum akan terus dilakukan dalam rangka penegakan hukum pemberantasan korupsi.

"Perkara ini menjadi pengingat sekaligus peringatan kepada seluruh kepala daerah yang merupakan penanggungjawab anggaran di daerahnya, untuk terus melaksanakan tugasnya dengan penuh integritas. Sebab, KPK dan Polri akan tetap dan terus berkomitmen bersinergi memberantas korupsi hingga ke akarnya, hingga negeri ini bersih dari korupsi," pungkasnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement